Edi Masturo Apresiasi Lebaran Depok 2026 Lebih Hidup, Tradisi Membumi di 11 Kecamatan

Depok | Sketsa Online – Pelaksanaan Lebaran Depok 2026 yang memasuki hari kedua mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo. Ia menilai perhelatan budaya tahunan tersebut kini tampil lebih hidup, inklusif, serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas hingga ke 11 kecamatan di Kota Depok.

Edi menjelaskan, perubahan konsep pada tahun ini terlihat sejak tahap awal melalui perluasan sosialisasi yang dilakukan hingga ke tingkat kelurahan dan lingkungan warga. Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai rangkaian kegiatan tidak hanya beredar di pusat kota, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat di berbagai wilayah.

“Lebaran Depok 2026 ini terasa lebih hidup karena masyarakat dilibatkan sejak awal. Sosialisasi yang menjangkau 11 kecamatan membuat warga merasa memiliki dan ikut berpartisipasi langsung dalam setiap kegiatan,” ujarnya.

Baca juga:  Cabjari Madina di Natal Gelar Sosialisasi Penerangan Hukum

Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan juga dirancang lebih merata dengan menghadirkan sejumlah titik pelaksanaan. Hal ini bertujuan untuk mengurai kepadatan pengunjung sekaligus memberikan kesempatan yang sama bagi warga di berbagai kecamatan untuk menikmati rangkaian acara budaya.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah penyebaran kegiatan tradisional seperti Ngubek Empang dan Ngaduk Dodol ke tiga lokasi berbeda. Kebijakan ini dinilai efektif dalam menghidupkan kembali tradisi lokal sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat.

“Ngubek Empang dan Ngaduk Dodol bukan hanya kegiatan seremonial. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, gotong royong, dan filosofi hidup masyarakat Depok tempo dulu. Ini penting untuk terus dikenalkan, terutama kepada generasi muda,” katanya.

Menurut Edi, Lebaran Depok memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi budaya. Ia menilai kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal kembali adat istiadat, tradisi, serta bahasa Depok yang mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Lampaui Target Nasional, BPN Kota Depok Tuntaskan 68 Bidang Tanah Wakaf Sepanjang 2025

“Kita ingin anak-anak muda tidak kehilangan jati diri. Lewat Lebaran Depok, mereka bisa belajar tentang tradisi leluhur, memahami nilai kebersamaan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal,” tegasnya.

Selain aspek pelestarian budaya, Edi juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan pelaku UMKM dalam setiap rangkaian acara menjadi salah satu indikator penting keberhasilan Lebaran Depok.

Di berbagai titik kegiatan, bazar UMKM menghadirkan beragam produk unggulan warga, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lokal. Kondisi ini menciptakan perputaran ekonomi yang dinilai cukup signifikan selama pelaksanaan acara.

“Ini yang harus terus diperkuat. Lebaran Depok tidak boleh hanya ramai secara acara, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. UMKM harus menjadi bagian utama, bukan sekadar pelengkap,” ungkapnya.

Baca juga:  Anti-Intoleransi, Ketua PSI Dorong Toleransi Jadi Budaya Permanen Menuju Depok Inklusif

Lebih lanjut, Edi juga mendorong agar ke depan pengelolaan Lebaran Depok semakin profesional, baik dari sisi kurasi pelaku usaha, penataan lokasi, hingga strategi promosi agar mampu menarik lebih banyak pengunjung, termasuk dari luar Kota Depok.

Dengan konsep yang lebih terstruktur, partisipatif, dan berorientasi pada dampak, Lebaran Depok 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Depok serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Jika terus dikembangkan dengan baik, Lebaran Depok bisa menjadi agenda unggulan yang membanggakan, bukan hanya bagi warga Depok, tetapi juga di tingkat regional,” tutupnya. (el’s)

Latest

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...