Indonesia Desak DK PBB Usut Serangan UNIFIL di Lebanon, 3 Prajurit TNI Terluka

Jakarta | Sketsa Online Pemerintah Indonesia kembali mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengusut serangkaian insiden yang menimpa pasukan UNIFIL di Lebanon, setelah tiga prajurit TNI terluka akibat ledakan di wilayah selatan negara tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ledakan yang terjadi pada Jumat (3/4) di El Addaiseh, Lebanon selatan. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia mengalami luka saat menjalankan misi di bawah naungan PBB.

Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu, Indonesia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan insiden serius ketiga dalam kurun waktu sepekan terakhir yang melibatkan pasukan Indonesia di misi perdamaian internasional tersebut.

Baca juga:  Bupati Bogor Dorong Kades Gunung Picung Bangun Desa dengan Hati Usai Dilantik

Pemerintah pun mendesak agar Dewan Keamanan PBB segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh insiden yang menargetkan pasukan UNIFIL. Selain itu, Indonesia juga mendorong dilakukannya pertemuan khusus antara negara-negara kontributor pasukan untuk mengevaluasi situasi serta memperkuat sistem perlindungan bagi personel di lapangan.

Indonesia menilai bahwa serangan berulang terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pasukan PBB merupakan prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan.

“Setiap tindakan yang membahayakan peacekeepers adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan harus dipertanggungjawabkan,” demikian pernyataan resmi tersebut.

Lebih lanjut, Indonesia juga menekankan pentingnya investigasi yang cepat, transparan, dan menyeluruh untuk mengungkap kronologi kejadian serta pihak-pihak yang bertanggung jawab. Pemerintah menilai akuntabilitas penuh harus ditegakkan guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Baca juga:  Pemkab Bogor Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Optimalkan Peran TKPK untuk Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Situasi di Lebanon saat ini dinilai semakin tidak stabil, terutama di tengah meningkatnya serangan militer Israel ke wilayah Lebanon. Operasi militer yang terus berlangsung dinilai berpotensi memperburuk keamanan dan meningkatkan risiko bagi pasukan perdamaian internasional, termasuk dari Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga menyampaikan harapan agar para prajurit yang terluka dapat segera pulih. Solidaritas dan dukungan moral disampaikan kepada para korban serta keluarga mereka.

Sebelumnya, Indonesia telah kehilangan sejumlah prajurit dalam misi UNIFIL. Salah satunya adalah Praka Dua Farizal Rhomadhon yang gugur akibat tembakan artileri pada Minggu (29/3).

Baca juga:  14 Tahun Berdiri, PT Tirta Asasta Depok Kokoh Jadi Tulang Punggung Layanan Air Bersih Kota

Sehari berselang, dua prajurit lainnya, yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, juga gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal.

Selain korban jiwa, sejumlah prajurit lainnya turut mengalami luka-luka, termasuk Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Praka Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Dengan bertambahnya tiga korban luka terbaru, total delapan prajurit TNI tercatat mengalami cedera selama menjalankan misi sebagai penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap misi perdamaian dunia, namun juga mengingatkan pentingnya jaminan keamanan bagi seluruh personel yang ditugaskan di wilayah konflik.

Latest

Total Kawal Keadilan, Andi Tatang Tuai Apresiasi Tulus dari Keluarga Korban

Depok | Sketsa Online - Rasa haru, lega, sekaligus...

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

Newsletter

Don't miss

Total Kawal Keadilan, Andi Tatang Tuai Apresiasi Tulus dari Keluarga Korban

Depok | Sketsa Online - Rasa haru, lega, sekaligus...

Menuju Indonesia Emas 2045, Sekda Tekankan Penguatan Fondasi Keluarga Lewat Posyandu 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

Resmi Diluncurkan! Posyandu Matahari RW 18 Abadijaya Jadi Bukti Nyata Implementasi 6 SPM di Depok

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok resmi...

Sigap! Imigrasi Depok Komitmen Tangani Kasus WNA Inggris Secara Profesional dan Bertanggung Jawab

Depok | Sketsa Online - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok bergerak cepat dan terukur dalam menangani peristiwa meninggalnya seorang warga negara asing...

Predikat Kota Layak Anak Dipertanyakan! Andi Tatang Desak Evaluasi Maraknya Kasus Pencabulan Anak di Depok

Depok | Sketsa Online – Predikat Kota Layak Anak yang disandang Kota Depok kembali menjadi sorotan serius. Praktisi hukum,  (DR. (C) Andi Tatang Supriyadi,...

Total Kawal Keadilan, Andi Tatang Tuai Apresiasi Tulus dari Keluarga Korban

Depok | Sketsa Online - Rasa haru, lega, sekaligus harapan akan keadilan menyelimuti keluarga korban dalam kasus dugaan pencabulan anak yang kini tengah ditangani...