Depok | Sketsa Online – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimaknai Anggota DPRD Kota Depok, Dr. H. Bambang Sutopo, S.E.I., M.M., sebagai titik balik untuk memperkuat persatuan, menghapus sekat, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat, Senin (24/3/2026).
HBS menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga Depok. Ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum spiritual untuk kembali pada fitrah membersihkan hati, mempererat ukhuwah, dan membangun kembali kepercayaan antarsesama.
“Idulfitri mengajarkan kita untuk saling memaafkan, menghapus prasangka, dan merajut kembali persaudaraan. Tidak boleh ada diskriminasi, tidak boleh ada sekat, serta tidak boleh ada batasan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ia menekankan bahwa nilai-nilai religius tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. Perbedaan pilihan politik yang terjadi sebelumnya harus ditinggalkan, dan seluruh elemen masyarakat kembali bersatu demi kepentingan bersama.
“Tidak ada lagi istilah tim pendukung atau bukan. Setelah proses demokrasi selesai, kita semua adalah satu, yaitu masyarakat Depok yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk memajukan kota ini,” tegasnya.
Politisi PKS Depok tersebut juga menyoroti pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia memastikan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi secara optimal agar setiap program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa arah pembangunan Kota Depok ke depan telah mulai tergambar melalui sejumlah program strategis yang disampaikan oleh Wali Kota.
Di antaranya pembangunan flyover Citayam untuk mengurai kemacetan, pembangunan underpass di kawasan Margonda dan Universitas Indonesia guna meningkatkan konektivitas, serta penanganan persoalan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung melalui skema kerja sama dengan pihak swasta.
Menurut HBS, program-program tersebut merupakan langkah konkret dalam menjawab persoalan perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa peluang kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, daerah lain, maupun sektor swasta, harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat pembangunan.
“Kita memiliki banyak peluang dukungan dari luar. Ini harus dioptimalkan agar pembangunan Depok dapat berjalan lebih cepat dan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Menutup pernyataannya, Ia menargetkan tahun 2026 sebagai momentum penting bagi kemajuan Kota Depok. Dengan kolaborasi yang kuat dan semangat kebersamaan, HBS optimistis Depok dapat berkembang menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan maju.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik, melainkan juga dari kekuatan nilai kemanusiaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian sosial, rasa saling menghargai, dan kebersamaan dinilai sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan.
“Jika kita menjaga kebersamaan, memperkuat kepedulian, dan melangkah dengan niat yang tulus, maka cita-cita serta janji kepada masyarakat insyaallah dapat terwujud. Depok yang maju harus dibangun di atas nilai persaudaraan, keadilan, dan kemanusiaan,” tutupnya. (el’s)




