Depok | Sketsa Online – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Panti Asuhan dan Pondok Tahfidz Al-Qur’an Al-Hayya di kawasan Cipayung, Kota Depok, pada Minggu (1/3/2026).
Dalam momentum bulan suci Ramadan, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Depok sekaligus Legislator PPP Depok, Hj. Qonita Luthfiyah, bersilaturahmi dan memberikan santunan kepada anak-anak yatim yang menimba ilmu serta menghafal Al-Qur’an di panti tersebut.
Kehadirannya tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan edukasi dan motivasi bagi para santri tentang makna Ramadan, pentingnya meningkatkan kualitas ibadah, serta semangat menghadapi kehidupan dengan penuh harapan.

Di hadapan para santri, Qonita menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Bulan suci ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal ibadah sekaligus memperbaiki diri.
“Ramadan ini bulan yang sangat mulia. Di bulan ini pahala dilipatgandakan dan pintu-pintu surga dibuka. Karena itu kita harus memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia mengajak para santri untuk meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan, mulai dari memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbaiki shalat, hingga memperbanyak doa dan amal kebaikan.
“Kalau biasanya mengaji satu lembar, di Ramadan kita perbanyak. Kalau biasanya ibadahnya biasa saja, di Ramadan kita tingkatkan. Karena kita tidak tahu apa yang akan kita bawa ketika kembali kepada Allah selain amal ibadah,” kata Qonita.
Menurutnya, kebiasaan baik yang dilakukan selama Ramadan seharusnya tidak berhenti setelah bulan suci berakhir. Ia berharap para santri mampu menjaga konsistensi dalam beribadah dan terus meningkatkan kualitas diri.
“Jangan hanya rajin ibadah di Ramadan saja. Setelah Ramadan pun harus tetap rajin mengaji, rajin shalat, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.
Selain menekankan makna Ramadan, Qonita juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tidak pernah merasa rendah diri dengan kondisi yang mereka alami. Ia mengingatkan bahwa banyak tokoh besar lahir dari keterbatasan, termasuk Nabi Muhammad SAW.
“Rasulullah juga seorang yatim. Tetapi beliau tumbuh menjadi manusia yang sangat mulia dan menjadi pemimpin umat. Jadi jangan pernah merasa kecil hati karena menjadi yatim,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah dalam meraih masa depan. Justru dari kondisi yang tidak mudah sering lahir pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri.
“Jangan pernah putus asa. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Justru dari keterbatasan itulah lahir kekuatan dan kemandirian,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Qonita juga menekankan pentingnya pendidikan dan kedisiplinan bagi para santri dalam menata masa depan. Ia berharap anak-anak di Al-Hayya tetap semangat menuntut ilmu agar kelak mampu meraih kehidupan yang lebih baik.
“Kalian harus rajin belajar, rajin mengaji, dan selalu berdoa. Insyaallah kalau kita sungguh-sungguh, Allah akan membuka jalan untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Tak hanya itu, Ia juga mengenang masa awal berdirinya yayasan tersebut yang saat itu masih berupa bangunan sederhana satu lantai. Kini, Al-Hayya telah berkembang menjadi bangunan tiga lantai dan mampu menampung lebih banyak santri yang belajar serta menghafal Al-Qur’an.
Perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa kesungguhan dalam membina anak-anak yatim akan selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT.
“Saya yakin, ketika niat kita baik dan sungguh-sungguh membina anak-anak ini, Allah pasti bukakan jalan. Jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha,” ujarnya.
Qonita berharap anak-anak di Al-Hayya dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, beriman, serta memiliki akhlak yang baik sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa di masa depan.
Sementara itu, Pengurus Yayasan Al-Hayya, Umi Zakiah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang selama ini diberikan kepada yayasan tersebut.
“Kehadiran Ibu Qonita bukan hanya membawa santunan, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak kami. Sejak awal berdiri hingga sekarang berkembang, beliau selalu membersamai,” ujar Umi Zakiah.
Kegiatan silaturahmi ditutup dengan doa bersama serta pemberian santunan dan seragam bagi para santri. Senyum bahagia tampak terpancar dari wajah anak-anak yang merasakan perhatian, kasih sayang, serta motivasi di bulan suci Ramadan.
“Bagi kami dan anak-anak di Al-Hayya, kehadiran Bu Hj. Qonita bukan sekadar menghadirkan bantuan. Lebih dari itu, ia menanamkan harapan bahwa dari tempat sederhana tersebut akan lahir generasi muda yang tangguh, beriman, dan berakhlak mulia,” tutup Umi Zakiah. (el’s)




