Depok | Sketsa Online – RSUD ASA merayakan ulang tahunnya yang ketiga dengan momen istimewa. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, hadir langsung untuk meresmikan tiga layanan terbaru rumah sakit tersebut, yakni Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), layanan Hemodialisa, dan layanan Vaksin Internasional.
Peresmian ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi RSUD ASA dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi masyarakat Kota Depok.
“Selamat ulang tahun yang ketiga untuk RS ASA. Kehadiran rumah sakit ini adalah aset berharga bagi Kota Depok dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang maju, responsif, inklusif, dan merata,” ujar Chandra.
Ia menambahkan bahwa kondisi fasilitas rumah sakit, terutama ruang perawatan kelas 3, sangat bersih, nyaman, dan menunjukkan standar pelayanan yang memanusiakan pasien.
“Saya berbicara langsung dengan pasien. Mereka merasa pelayanan di sini cepat, ramah, dan nyaman selama proses perawatan,” tambahnya.
Chandra menekankan manfaat tiga layanan baru ini secara spesifik. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) akan memastikan ketersediaan darah yang cepat, aman, dan terkontrol bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
Layanan Hemodialisa hadir untuk mempermudah pasien gagal ginjal mendapatkan perawatan rutin tanpa harus menempuh jarak jauh ke rumah sakit lain.
Sementara layanan Vaksin Internasional memberikan kemudahan bagi warga yang membutuhkan vaksin khusus untuk perjalanan ke luar negeri atau perlindungan tambahan dari penyakit tertentu.
“Ketiga layanan ini dihadirkan untuk meningkatkan kenyamanan dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang penting,” jelasnya.
Selain itu, Chandra menyinggung isu kesehatan prioritas nasional, seperti Tuberkulosis (TBC) dan hipertensi, yang masih menjadi tantangan di Kota Depok. Ia menekankan perlunya sinergi antara RSUD, rumah sakit swasta, dan fasilitas kesehatan lain untuk meningkatkan cakupan layanan.
“Pemerintah pusat menaruh perhatian besar pada penanganan TBC. Di Depok, pencapaiannya baru 27,5%, sementara potensi kasus sebesar 21,7%. Kami bertekad memperkuat deteksi dini dan memperluas layanan secara lebih agresif,” ungkapnya.
Terkait isu minimnya dokter spesialis, Chandra menegaskan pemerintah Kota Depok sedang mengevaluasi kebutuhan tenaga medis.
“Data lengkapnya belum masuk ke saya, tapi kami akan mengevaluasi jumlah kebutuhan dokter spesialis. Jika memang kurang, pemenuhannya akan segera direncanakan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya.
Peresmian tiga layanan baru ini menegaskan komitmen RS ASA untuk terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Dengan fasilitas yang semakin lengkap dan modern, RS ASA tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga menjadi pusat kesehatan yang mendorong deteksi dini penyakit, mempermudah akses layanan penting, dan memperkuat ekosistem kesehatan berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Depok.
Chandra berharap ke depan RS ASA dapat menjadi contoh rumah sakit yang proaktif dalam menciptakan layanan kesehatan berkualitas dan inklusif untuk semua lapisan masyarakat. (el’s)




