Depok | Sketsa Online – Anggota Komisi A DPRD Kota Depok yang juga Ketua Fraksi Gerindra Depok, Edi Masturo, melakukan peninjauan ke kawasan wisata Situ Asih Pulo untuk melihat langsung kondisi fasilitas serta kebutuhan penataan area tersebut pada Minggu (16/11).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan legislatif dalam merealisasikan visi dan misi Kota Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Supian Suri, khususnya dalam penguatan tata kelola wilayah dan peningkatan kualitas destinasi wisata berbasis masyarakat.
Peninjauan tersebut turut melibatkan Pokdarwis, LPM, BKM, Karang Taruna, ketua RW dan RT, Ketua KMP, tokoh masyarakat, serta unsur keamanan seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Linmas. Berbagai elemen masyarakat hadir untuk memberikan masukan sekaligus meninjau langsung kebutuhan perbaikan fasilitas dan pengelolaan kawasan Situ Asih Pulo.
Sebagai salah satu ikon wisata di wilayah Rangkapan Jaya, Situ Asih Pulo selalu dipadati pengunjung, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Tingginya minat warga menjadikan kawasan ini perlu ditata secara lebih strategis, mulai dari area parkir, zonasi pedagang dan UMKM, hingga pengaturan alur kunjungan agar lebih tertib dan nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, Edi Masturo menegaskan bahwa penataan yang menyeluruh sangat dibutuhkan agar manfaat kawasan ini dapat dirasakan secara jangka panjang oleh masyarakat.
“Situ Asih Pulo memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Depok. Namun, potensi itu hanya bisa tercapai apabila penataannya dilakukan dengan perencanaan yang baik dan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ujar Edi.
Lebih lanjut, Ia juga menekankan pentingnya penataan pedagang dan pemberdayaan UMKM lokal sebagai bagian dari ekosistem wisata yang mampu menggerakkan ekonomi warga.
“Penataan UMKM dan pedagang tidak hanya soal merapikan lokasi, tetapi bagaimana membuat kawasan ini hidup dan memberi manfaat bagi warga. Jika dikelola dengan baik, ekosistem wisata di sini akan berkembang lebih sehat,” tambahnya.
Selain infrastruktur dan pedagang, Edi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas unsur untuk memastikan penataan dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, konsep pengelolaan yang profesional, terukur, dan berbasis karakter lokal menjadi kunci berkembangnya Situ Asih Pulo sebagai destinasi unggulan Depok.
Peninjauan ini menjadi langkah awal menuju penguatan tata kelola Situ Asih Pulo bukan hanya sebagai area rekreasi, tetapi sebagai ruang ekonomi masyarakat, identitas lokal, serta pusat inovasi wisata berbasis komunitas.
Dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak, Situ Asih Pulo diharapkan dapat tumbuh sebagai destinasi yang tertata, ramah bagi pengunjung, dan berkelanjutan bagi warga sekitar. (el’s)




