Jakarta | Sketsa Online.com – Sufmi Dasco Ahmad kembali menjadi sorotan publik. Meski masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024–2029, pria kelahiran Bandung ini mulai menunjukkan langkah politik baru yang memunculkan kontroversi.
Dukungan dari berbagai kelompok, termasuk Ikatan Keluarga Besar Pemuda Tegal Bersatu, membuat gerakan politiknya tampak semakin dinamis. Sinyal ini menimbulkan pertanyaan: apakah langkah baru Dasco hanya manuver politik sementara, atau tanda persiapan menuju kontestasi nasional 2029?
“Beliau bukan hanya politisi, tapi juga intelektual dan negarawan. Kami siap mendukung Sufmi Dasco Ahmad menjadi Presiden RI pada pemilu mendatang,” ujar Nizar Caeroni, perwakilan Pemuda Tegal, saat ditemui di Jakarta pada Sabtu (2/11).
Sufmi Dasco Ahmad bukan nama baru dalam politik Indonesia. Selain menjabat Wakil Ketua DPR, ia juga dikenal sebagai sosok dekat Prabowo Subianto dan aktif di dunia pendidikan sebagai Rektor Universitas Kebangsaan Indonesia. Kombinasi pengalaman legislatif dan akademik ini membuatnya memiliki reputasi ganda: politisi di siang hari, akademisi di malam hari.
Menurut Nizar, pengalaman tersebut membuktikan bahwa Dasco tidak hanya menguasai teori politik, tetapi juga mampu mengeksekusi kebijakan di lapangan. “Beliau memiliki kapasitas dan visi kebangsaan yang jelas untuk memimpin Indonesia ke depan,” kata Nizar.
Namun, langkah baru ini tidak lepas dari kontroversi. Beberapa pihak mempertanyakan timing dan strategi politik Dasco, mengingat ia masih memegang posisi strategis di DPR. Apakah gerakan ini sekadar persiapan jangka panjang, atau langkah politik yang bisa memicu ketegangan internal partai?
Di tengah sorotan publik, muncul kabar bahwa Dasco terkait dengan pergerakan Partai Persatuan Indonesia (PPI), yang disebut-sebut bisa menjadi kendaraan politiknya jika ia memutuskan maju di Pilpres 2029. Meski masih sebatas isu, kabar ini menambah dinamika politik dan memperkuat persepsi bahwa langkah baru Dasco adalah strategi serius.
Pemuda Tegal sendiri mengaku tak ingin ketinggalan momentum. Dukungan mereka disebut sebagai sinyal awal simpati lintas daerah, yang bisa menjadi gelombang awal bagi gerakan politik Dasco. “Ini baru permulaan. Kami yakin gelombang dukungan akan terus berkembang,” ucap Nizar.
Langkah politik baru Dasco Ahmad ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya, dari kursi DPR menuju kemungkinan panggung nasional. Meski masih di partai lamanya, manuver politik ini menimbulkan perbincangan hangat di berbagai kalangan.
Para pengamat politik menilai, keberanian Dasco mengambil langkah baru sambil tetap memegang posisi lama menunjukkan strategi yang matang. “Ini langkah berani, tapi juga penuh risiko. Bagaimana publik dan partai merespons akan menentukan kelanjutan perjalanannya,” ujar seorang analis politik yang enggan disebut namanya.
Dengan dukungan organisasi pemuda dan sinyal gelombang dukungan dari daerah, perjalanan politik Sufmi Dasco Ahmad menuju Pilpres 2029 diprediksi akan menjadi salah satu cerita paling dinamis di panggung politik Indonesia. (L1n4)




