Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi genangan dan longsor di sejumlah wilayah rawan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Karya Bakti Tahun Anggaran 2027 yang akan dilaksanakan di 11 titik tersebar di beberapa kecamatan di Kota Depok.
Kegiatan karya bakti tersebut difokuskan pada pekerjaan normalisasi saluran air dan perbaikan turap minor sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi drainase lingkungan, memperlancar aliran air, sekaligus meminimalisasi risiko bencana saat musim hujan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro mengatakan, program karya bakti menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas unsur dalam menjaga infrastruktur sumber daya air di lingkungan permukiman warga.
“Pelaksanaan karya bakti ini melibatkan unsur TNI, masyarakat setempat, serta dibantu Satgas SDA. Tujuannya untuk menjaga fungsi saluran dan mencegah terjadinya genangan maupun longsor di lingkungan sekitar,” kata Yodi, Selasa (12/5/2026).
Menurut Yodi, normalisasi saluran menjadi langkah penting karena banyak saluran air mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan penyumbatan sampah. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas aliran air berkurang sehingga berpotensi memicu genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu cukup lama.
Ia menjelaskan, pekerjaan normalisasi nantinya dilakukan dengan pembersihan endapan lumpur, pengangkatan sampah, serta perapihan saluran agar aliran air kembali optimal.
“Ketika saluran tidak berfungsi maksimal, air akan meluap ke jalan maupun permukiman warga. Karena itu normalisasi menjadi langkah pencegahan yang sangat penting,” ujarnya.
Selain normalisasi saluran, DPUPR juga akan melakukan perbaikan turap minor di sejumlah titik rawan. Perbaikan tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur penahan tanah yang berada di sisi saluran maupun bantaran kali kecil agar tidak mudah terkikis arus air.
Ia menilai, kerusakan turap yang dibiarkan berpotensi menyebabkan longsor skala kecil hingga mengganggu keamanan lingkungan sekitar.
“Perbaikan turap minor ini penting untuk menjaga stabilitas tanah di sekitar saluran air, terutama di lokasi yang berbatasan langsung dengan rumah warga,” jelasnya.
Adapun sejumlah lokasi yang menjadi sasaran kegiatan karya bakti di antaranya Jalan Mandor Tajir RT 04/18 Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari tepatnya di Anak Kali Angke 5.
Kemudian Jalan H. Sulaiman RT 05/05 Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan, Jalan Raya Keadilan Rawadenok RT 02/RW 02 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, serta Jalan Pendowo Grogol di Kelurahan Grogol Limo.
Kegiatan juga akan dilaksanakan di depan Diklat Kemenkumham dekat Jalan H. Terin Pangkalan Jati, Jalan R Sanim Tanah Baru Kecamatan Beji, hingga saluran tersier Kali Cabang Tengah RT 05/04 Kelurahan Pondok Jaya Kecamatan Cipayung.
Selain itu, RW 30 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong turut menjadi salah satu lokasi prioritas penanganan dalam program karya bakti tahun 2027 tersebut.
Lebih lanjut, Yodi mengungkapkan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan program penanganan drainase lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan saluran air tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah semata.
“Kami berharap nantinya masyarakat ikut menjaga saluran yang sudah dinormalisasi agar tidak kembali tersumbat sampah maupun sedimentasi,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Ia menegaskan, kegiatan karya bakti tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat budaya gotong royong antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan bersama.
“Melalui program tersebut, DPUPR berharap kualitas infrastruktur lingkungan di Kota Depok semakin baik, aliran air lebih lancar, risiko genangan maupun longsor dapat ditekan, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga saluran dan lingkungan terus meningkat,” tutupnya. (el’s)




