CIBINONG, BOGOR | Sketsa Online – Kebijakan inovatif yang digagas Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terbukti efektif dalam mendorong efisiensi energi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Berbagai program seperti Work From Home (WFH), Car Free Day, hingga gerakan carpooling berhasil menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan hingga mencapai 44,06 persen.
Kebijakan tersebut diterapkan melalui skema WFH setiap hari Jumat, gerakan Rabu Hemat Energi dengan konsep Car Free Day, serta imbauan berbagi kendaraan (carpooling) pada hari kerja Senin, Selasa, dan Kamis.
Hasilnya, berdasarkan survei terhadap 1.653 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, terjadi perubahan signifikan dalam pola mobilitas dan perilaku kerja.
Program WFH memberikan kontribusi efisiensi terbesar yakni sebesar 20 persen. Sementara itu, kebijakan Car Free Day setiap Rabu menyumbang efisiensi sebesar 8,22 persen. Adapun sisanya, sebesar 15,84 persen, berasal dari penerapan carpooling, penggunaan transportasi publik, serta gerakan hemat energi di hari kerja lainnya.
Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bogor, Susi Hastuti, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari arah kebijakan yang kuat dan konsisten dari pimpinan daerah.
Menurutnya, langkah strategis mulai dari penerapan WFH, program Rabu Hemat Energi, hingga kebijakan carpooling mampu mengubah kebiasaan ASN dalam menggunakan kendaraan pribadi.
“Kebijakan ini mendorong ASN untuk berbagi kendaraan dan mengurangi mobilitas individu, sehingga berdampak langsung pada penurunan konsumsi BBM,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian efisiensi energi sebesar 44,06 persen bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan perubahan budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
“Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang tepat, didukung komitmen bersama, mampu menghadirkan dampak nyata,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor pun memastikan akan terus mendorong inovasi kebijakan dan perubahan perilaku kerja ASN ke arah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Ke depan, model kebijakan efisiensi energi ini berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain dalam mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus menekan emisi karbon di sektor pemerintahan.




