Depok | Sketsa Online – Peluncuran Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kota Depok menjadi momentum strategis dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga dan komunitas. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem sosial yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Menariknya, implementasi RBI di Depok merupakan yang pertama di wilayah ini sebagai bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kehadirannya diproyeksikan sebagai langkah awal menuju model pemberdayaan yang dapat direplikasi secara lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Yuni Indriany menegaskan komitmen kuat PDI Perjuangan Kota Depok untuk mendukung penuh sekaligus mengawal RBI agar berkembang menjadi role model nasional.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran RBI sebagai gerakan kolaboratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. PDI Perjuangan Kota Depok mendukung penuh dan siap mengawal implementasinya agar berjalan optimal, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata,” ujar Hj. Yuni usai acara HUT ke-27 Kota Depok di Lapangan Balai Kota Depok, Margonda, Minggu (26/4/2026).
Tak hanya itu, ia juga menegaskan kecintaannya terhadap Kota Depok sebagai landasan dalam mendorong berbagai program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, saya memiliki komitmen dan kecintaan yang besar terhadap Kota Depok. Karena itu, kami siap mendukung program-program Wali Kota (Supian Suri) dan Wakil Wali Kota Depok (Chandra Rahmansyah) sebagai bagian dari upaya bersama membangun kota ini agar semakin maju, inklusif, dan menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.
Hj. Yuni menjelaskan, RBI merupakan gerakan kolaboratif berbasis desa dan kelurahan yang bertujuan melindungi perempuan dan anak sekaligus memberdayakan ekonomi perempuan.
“RBI berfungsi sebagai pusat kegiatan komunitas, ruang bermain ramah anak, serta wahana pelatihan keterampilan yang mengintegrasikan kearifan lokal, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa RBI dirancang untuk menjawab berbagai tantangan sosial secara konkret di tingkat masyarakat.
“Melalui RBI, kita menargetkan pengurangan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan angka stunting, peningkatan kemandirian ekonomi perempuan, serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan di tingkat desa maupun kelurahan. Ini merupakan investasi sosial jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, berdaya, dan berkualitas,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan RBI sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, dunia usaha, komunitas, hingga partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, PDI Perjuangan Kota Depok berkomitmen untuk terus mengawal dari sisi kebijakan, dukungan program, hingga keberlanjutan implementasi di lapangan.
Di Kota Depok, RBI akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan masyarakat yang inklusif dan produktif, meliputi pelatihan kewirausahaan perempuan, pendampingan UMKM, edukasi pola asuh anak, layanan perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan komunitas berbasis lingkungan.
Peluncuran RBI pun mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Program ini dinilai mampu menjadi ruang aman, ruang belajar, sekaligus ruang produktif yang mendorong kemandirian warga dan memperkuat ketahanan keluarga.
Menutup pernyataannya, Hj. Yuni menyampaikan optimisme bahwa RBI Kota Depok dapat berkembang melampaui skala lokal dan menjadi inspirasi nasional.
“Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, kami optimistis RBI Kota Depok dapat menjadi role model nasional dalam pemberdayaan masyarakat. Dari Depok, kita dorong lahirnya gerakan besar menuju Indonesia yang lebih berdaya, inklusif, dan berkeadilan,” tutupnya. (el’s)




