Depok | Sketsa Online.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan.
Dalam suasana reflektif tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, SE, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus berakar pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
Hj. Yuni memandang bahwa indikator utama keberhasilan pembangunan tidak hanya terletak pada pertumbuhan fisik atau megahnya infrastruktur, tetapi pada kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh warga.
Menurutnya, kepuasan masyarakat yang tercermin dari rasa aman, nyaman, serta kemudahan dalam mengakses layanan menjadi tolok ukur paling konkret atas hadirnya pemerintah.
“Ukuran paling sederhana namun paling bermakna adalah senyum warga. Ketika masyarakat merasa dilayani dengan baik, di situlah pembangunan benar-benar dirasakan,” ujar Hj. Yuni.
Memasuki usia ke-27, Kota Depok dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing.
Namun, ia mengingatkan agar pembangunan tidak terjebak pada pendekatan fisik semata. Keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal yang mutlak.
Penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus terus menjadi prioritas agar masyarakat tidak hanya menjadi objek, melainkan juga subjek pembangunan.
“Pembangunan SDM adalah investasi jangka panjang. Masyarakat harus diberi ruang dan kesempatan untuk berkembang agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan,” jelasnya.
Di sisi lain, Hj. Yuni menekankan pentingnya reformasi pelayanan publik yang berorientasi pada efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Digitalisasi layanan dinilai sebagai langkah strategis untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan administratif secara cepat dan tepat.
“Tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan kota, ia turut menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang layak huni dan berkelanjutan.
Penataan transportasi yang terintegrasi, pengelolaan sampah yang modern, serta penyediaan ruang terbuka hijau dan ruang publik yang inklusif menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang nyaman dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kota yang baik adalah kota yang memberi ruang bagi warganya untuk tumbuh, berinteraksi, dan berkreasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hj. Yuni menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat. Pembangunan yang efektif hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang kuat dan partisipasi aktif seluruh elemen.
“Tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa kebersamaan. Dengan gotong royong, setiap program akan lebih tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Pada momentum HUT ke-27 ini, Hj. Yuni mengajak seluruh warga untuk terus menjaga semangat persatuan serta berperan aktif dalam pembangunan kota.
Ia optimistis, dengan komitmen bersama, Depok akan mampu berkembang menjadi kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan ekonomi.
“Mari kita rawat Depok dengan kepedulian, kita bangun dengan kebersamaan, dan kita jaga untuk generasi mendatang,” tegasnya. (el’s)
Dirgahayu ke-27 Kota Depok!
Dengan semangat Bersama Depok Maju, mari kita wujudkan kota yang lebih inklusif, nyaman, dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik. (el’s)




