Depok | Sketsa Online – Dr. Hj. Qonita Lutfiyah, S.E., M.M., politikus PPP Kota Depok sekaligus Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok menegaskan bahwa spirit Idulfitri 1447 H tidak berhenti pada perayaan, melainkan menjadi energi yang membangkitkan kembali semangat perjuangan dalam diri setiap insan.
Melalui silaturahmi, Hj. Qonita merangkul masyarakat dalam kebersamaan, sekaligus mengajak setiap individu untuk meneguhkan ikhtiar dan merawat harapan sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan pasca-Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat, sederhana, dan penuh kekeluargaan ini dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Depok. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang halal bihalal, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk mempererat ukhuwah serta menumbuhkan kesadaran pribadi akan pentingnya kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Warga yang hadir tampak berbaur tanpa sekat, mencerminkan nilai-nilai Idulfitri sebagai perekat hubungan antarsesama. Silaturahmi ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk menyatukan hati, menata ulang niat, dan memperkuat komitmen pribadi dalam menghadapi tantangan kehidupan yang kian kompleks.
Dalam sambutannya, Hj. Qonita menegaskan bahwa Idulfitri harus dimaknai sebagai titik balik untuk kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan, khususnya dalam pengabdian kepada sesama.
“Idulfitri bukan hanya tentang kemenangan setelah Ramadan, tetapi juga tentang bagaimana kita kembali kepada jati diri sebagai pelayan umat. Nilai keikhlasan, kebersamaan, dan pengabdian harus menjadi fondasi dalam setiap langkah perjuangan,” ujarnya, pada Minggu (29/3/26).
Ia menekankan bahwa kekuatan sejati terletak pada keteguhan hati setiap individu dalam menjaga nilai-nilai tersebut. Menurutnya, perubahan besar selalu berawal dari kesadaran pribadi yang kemudian tumbuh menjadi kebaikan bersama.
“Kekuatan ada pada diri kita masing-masing. Ketika setiap individu menjaga niat, konsisten dalam kebaikan, dan bergerak dengan ketulusan, maka dampaknya akan terasa luas dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Hj. Qonita mengajak setiap individu untuk menghadirkan sikap solutif dan semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa peran sosial berakar dari kepedulian pribadi, yang kemudian diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
“Sebagai makhluk sosial, kita harus hadir sebagai bagian dari solusi. Kepedulian itu dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, lalu tumbuh menjadi kebaikan yang memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pasca-Idulfitri merupakan fase penting untuk kembali fokus pada peran dan tanggung jawab, dengan tetap menjaga nilai-nilai spiritual yang telah dibangun selama Ramadan.
“Kini episode Lebaran telah usai. Saatnya kembali ke bab perjuangan. Kita menata langkah dengan bekal doa dan harapan, serta keyakinan bahwa setiap ikhtiar akan membawa kebaikan bagi kehidupan,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan ke depan membutuhkan keteguhan hati, kesabaran, dan konsistensi agar setiap individu mampu bertahan dan terus melangkah di tengah berbagai ujian kehidupan.
“Dengan niat yang tulus dan ikhtiar yang terus dijaga, insyaallah kita semua mampu menjadi bagian dari solusi dan membawa manfaat bagi sesama,” tutup Hj. Qonita.
Momentum silaturahmi ini menegaskan bahwa nilai-nilai Idulfitri tidak berhenti pada seremoni, tetapi harus terus hidup dalam diri setiap individu.
“Dengan ikhtiar yang diperkuat dan harapan yang dirawat, setiap langkah kehidupan diharapkan menjadi lebih bermakna serta mampu menghadirkan kebaikan bagi lingkungan sekitar,” tutup Hj. Qonita.(el’s)




