Depok | Sketsa Online – Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM, menyambut kunjungan jajaran PKS dalam momentum silaturahmi Idulfitri yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPD PKS Kota Depok, Ketua DPRD Depok, serta anggota Fraksi PKS di kediaman Mazhab HM, Panas, Depok pada Sabtu (28/3/26).
Agenda ini menjadi penanda menguatnya rekonsiliasi politik sekaligus langkah awal merajut kembali hubungan antarkekuatan politik di Kota Depok setelah kontestasi Pilkada. Suasana penuh kekeluargaan mencerminkan kesadaran bersama akan pentingnya membangun komunikasi politik yang sempat merenggang.
Mazhab menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi penghalang untuk kembali bersinergi.
“Perbedaan sikap adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menemukan titik temu dan kembali bekerja bersama demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ia juga menyoroti rekam jejak panjang hubungan PPP dan PKS dalam perjalanan pembangunan Depok. Menurutnya, pengalaman pernah berada dalam satu barisan politik menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi ke depan.
“Kita pernah berada dalam satu perahu, mengawal pembangunan Depok dalam waktu yang cukup panjang. Perbedaan pada Pilkada lalu adalah bagian dari dinamika. Kini saatnya kita meneguhkan kembali kebersamaan itu,” tuturnya.
Mazhab mengapresiasi kunjungan jajaran PKS sebagai bentuk kedewasaan politik dan komitmen menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan jangka pendek. Ia menekankan pentingnya memperluas ruang kolaborasi, khususnya dalam mendorong program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa komunikasi politik yang inklusif dan berkelanjutan menjadi kunci menjaga stabilitas serta meningkatkan efektivitas pemerintahan daerah. Sinergi lintas partai, menurutnya, akan mempercepat pembangunan yang berorientasi pada kepentingan publik.
“Ke depan, komunikasi dan kolaborasi harus terus diperkuat. Tidak ada lagi ruang bagi sekat-sekat sementara. Masyarakat menantikan kerja nyata yang dapat dirasakan secara langsung,” tegasnya.
Pertemuan ini dinilai sebagai sinyal awal menguatnya konsolidasi politik di Depok. Mencairnya hubungan antara PPP dan PKS membuka peluang kolaborasi yang lebih solid dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.
Menutup pernyataannya, Mazhab menegaskan bahwa rekonsiliasi tidak boleh berhenti pada simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam langkah konkret yang berkelanjutan.
“Perbedaan adalah bagian dari demokrasi, tetapi persatuan adalah fondasi kemajuan. Kini saatnya kita melangkah bersama, memastikan pembangunan Depok memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tutupnya. (el’s)




