Depok | Sketsa Online – Wali Kota Depok, Supian Suri, menyiapkan sejumlah strategi pembangunan infrastruktur untuk mengatasi kemacetan di berbagai wilayah Kota Depok. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan jalan alternatif, pelebaran sejumlah ruas jalan strategis, hingga rencana pembangunan underpass guna meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat.
Supian mengatakan, salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan kemacetan di kawasan Jalan Raya Sawangan yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas di Kota Depok.
“Pertama, kita melanjutkan apa yang menjadi kebutuhan Kota Depok, khususnya dalam hal infrastruktur untuk mengurangi kemacetan. Fokus kita salah satunya di Jalan Raya Sawangan. Tahun ini, insyaallah kita akan membangun Jalan Enggram dan Jalan Pemuda sebagai upaya mengurai kemacetan di Jalan Raya Sawangan,” ujar Supian pada Jumat (27/2/26).
Selain pembangunan jalan alternatif tersebut, Pemerintah Kota Depok juga melanjutkan proses pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Raya Sawangan hingga kawasan Parung Bingung. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan sehingga arus kendaraan di wilayah tersebut dapat lebih lancar.
Supian menjelaskan, pemerintah kota juga akan melakukan penataan akses jalan dari Jembatan Serong menuju Jalan Muhidin. Penataan ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan setelah beroperasinya akses keluar tol di kawasan Tanah Merah.
“Kita juga akan berikhtiar merapikan jalur dari Jembatan Serong menuju Jalan Muhidin karena di sana nanti akan ada akses keluar tol dari Tanah Merah. Jangan sampai ketika tol dibuka justru menimbulkan kemacetan baru,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran akses tersebut, pemerintah kota juga berencana melakukan pelebaran Jalan Cipayung mulai dari Jembatan Serong hingga terhubung dengan Jalan Muhidin. Selain itu, pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Muhidin juga akan dilakukan agar akses keluar masuk kendaraan menjadi lebih mudah dan lancar.
“Tahun ini kita awali dari Jembatan Serong terlebih dahulu. Sementara untuk Jalan Muhidin kemungkinan dilaksanakan pada 2027 atau paling lambat 2028,” katanya.
Selain fokus pada pembangunan jalan, Pemerintah Kota Depok juga akan melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan underpass di kawasan Citayam. Proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Depok kepada pemerintah provinsi serta Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan konektivitas transportasi antarwilayah.
Rencana pembangunan infrastruktur juga mencakup akses menuju Rumah Sakit Universitas Indonesia melalui pembangunan underpass di wilayah Terusan Jalan Juanda.
“Tadi Pak Gubernur juga menyampaikan bahwa perlu ada lanjutan terkait akses masuk ke RSUI melalui underpass di wilayah Terusan Jalan Juanda,” ungkapnya.
Supian menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam pembangunan infrastruktur di Kota Depok. Namun, ia bersama Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah berkomitmen untuk menuntaskan berbagai program pembangunan tersebut secara bertahap.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh rencana ini dapat berjalan lancar,” tutup Supian Suri. (el’s)




