Depok | Sketsa Online – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Edi Masturo, S.E., bersama keluarga menyampaikan pesan penuh makna kepada masyarakat.
Pesan tersebut menjadi doa, refleksi, sekaligus ajakan spiritual agar Ramadan dijalani dengan kesungguhan, keikhlasan, serta semangat memperbaiki diri.
Ia menyampaikan, “Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H. Semoga Ramadan tahun ini ibadah kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Mari kita tingkatkan amal ibadah di bulan yang penuh rahmat dan keberkahan. Setiap ibadah yang kita kerjakan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT,” ungkapnya pada Selasa (17/2/26).
Tak hanya itu, Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan kesempatan istimewa yang tidak datang setiap saat, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, serta memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT. Jangan sampai bulan penuh rahmat ini berlalu tanpa peningkatan kualitas ibadah,” ujarnya.
Menurutnya, esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga melatih kesabaran, kejujuran, serta pengendalian diri.
“Nilai utama Ramadan adalah pembentukan akhlak. Jika setelah Ramadan kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih rendah hati, berarti kita berhasil memaknai ibadah puasa,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk memperbanyak amal saleh sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
“Mari kita isi hari-hari Ramadan dengan ibadah, sedekah, dan kebaikan. Sekecil apa pun amal yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai besar di sisi Allah,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan selama bulan suci.
“Ramadan mengajarkan kita untuk saling membantu, saling mendoakan, dan mempererat ukhuwah. Jangan ada perpecahan; yang ada harus semakin kuat rasa persatuan,” ucapnya.
Ia pun berharap nilai-nilai spiritual yang dibangun selama Ramadan tidak berhenti ketika bulan suci berakhir.
“Yang terpenting bukan hanya semangat di awal Ramadan, tetapi bagaimana kita menjaga istiqamah setelahnya. Jadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi harapan agar Ramadan tahun ini membawa dampak nyata tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah secara pribadi, tetapi juga menumbuhkan kehidupan sosial yang lebih harmonis, penuh empati, dan diliputi keberkahan bagi seluruh masyarakat. (el’s)




