Depok | Sketsa Online – Di tengah keterbatasan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kota Depok, Ketua Komisi B DPRD Depok, Hamzah SE, MM, menegaskan pentingnya pengembangan situ sebagai aset unggulan daerah. Hal itu disampaikan dalam POKDARWIS Situ Cilodong Expo yang digelar di kawasan Situ Cilodong pada Minggu (7/12).
Acara tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan 200 lapak UMKM yang menampilkan aneka produk lokal, kuliner khas, kerajinan kreatif, hingga inovasi warga. Suasana expo semakin hidup dengan kehadiran panggung seni budaya, menampilkan Lenong Betawi, tarian tradisional, dan marawis sebagai upaya melestarikan kebudayaan sekaligus menarik minat wisatawan.
Dalam sambutannya, Hamzah menyampaikan apresiasi kepada POKDARWIS Cilodong, panitia kegiatan, aparat kelurahan dan kecamatan, serta TNI, Polri, Satpol PP, dan seluruh unsur keamanan yang membantu mensukseskan penyelenggaraan expo. Ia menilai POKDARWIS Expo bukan sekadar kegiatan rekreasi, tetapi momentum penting untuk membangkitkan potensi situ sebagai ruang publik, destinasi wisata, dan sumber ekonomi masyarakat.
Hamzah mengungkapkan bahwa dalam rapat terakhir Komisi B DPRD Depok, salah satu fokus pembahasan adalah penguatan rekreasi alam pada seluruh situ yang tersebar di kota Depok ini.
Menurutnya, meski Depok tidak memiliki sumber daya alam besar, kota ini memiliki banyak situ yang dapat dioptimalkan sebagai ruang wisata berbasis lingkungan.
“Situ Cilodong harus menjadi prioritas. Kota kita memang minim SDA, tetapi memiliki banyak situ yang bisa dimanfaatkan untuk rekreasi masyarakat. Ini yang akan kami dorong untuk diperkuat melalui penganggaran APBD ke depan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Hamzah juga melakukan pelepasan simbolis ikan mas sekitar tiga kilogram yang menjadi daya tarik pengunjung dan memperkuat konsep wisata pemancingan di Situ Cilodong.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mendukung program-program POKDARWIS, terutama yang mampu menggerakkan partisipasi warga dan memaksimalkan potensi aset alam yang tersedia. Menurutnya, pengelolaan situ yang tepat dapat membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kunjungan wisata, dan memperkuat UMKM lokal.
Tidak hanya itu, Hamzah turut menekankan bahwa pengembangan situ tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan kolektif untuk membangun masa depan Kota Depok. Ia berharap Situ Cilodong dan situ-situ lain berkembang menjadi pusat rekreasi, ekonomi kreatif, dan ruang publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan pemanfaatan yang tepat, kata Hamzah, situ dapat menjadi wajah baru Depok kota yang bersih, berdaya saing, ramah keluarga, serta mampu menumbuhkan kesejahteraan warga tanpa bergantung pada sumber daya alam besar.
Hamzah optimistis, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, POKDARWIS, UMKM, dan masyarakat akan melahirkan ekosistem wisata yang modern dan berkelanjutan.
“Ini saatnya Depok membuktikan bahwa keterbatasan bukan hambatan, melainkan peluang untuk berinovasi. Jika kita bergerak bersama, situ dapat menjadi motor kemajuan kota dan kebanggaan warga Depok di masa depan,” tutupnya. (el’s)




