Mandailing Natal, | Sketsa Online.com – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Natal bersama Yayasan Pendidikan Pembangunan Natal Sekitar (YAPPENAS) menggelar giat peringatan Isra’ Mikraj sekaligus penyambutan bulan suci Ramadan 1447 H pada Minggu (1/2/2026) di Lapangan sekolah MTs. NU Natal, di jalan Syekh Abdul Fattah No. 31 Desa Setia Karya, Kecamatan Natal.
Hadir dalam giat tersebut Ketua MWC NU Natal, Mangku Aulia, S.HI, Khatib Syuriah yang juga Kepala MTs NU Natal Mulkan Ahmad, S.HI, Ketua MUI Natal H. Abdul Basor, S.Ag, Kepala MAN 2 Madina Zulfrinsyah, S.Ag, mewakili Ketua Yayasan Pendidikan Pembangunan Natal Sekitar (YAPPENAS), Ketua Muslimat NU Natal, Ketua Fatayat NU Natal, Ketua GP Ansor Natal, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Natal, mewakili Dan Pos TNI AL Natal dan mewakili Pemerintah Desa Setia Karya.
Ketua Panitia Rifyan Yun Alpan, S.Pd.I menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW sekaligus Penyambutan Bulan Suci Ramadan 1447 H tersebut.
“Terimakasih atas segala dukungan untuk terselenggaranya kegiatan ini,” ucap Rifyan disela-sela sambutannya.

Di tempat yang sama, Ketua MWC NU Natal, Mangku Aulia, S.HI mengatakan dalam momentum peringatan Isra’ wal Mikrajnya Nabi Muhammad SAW dan penyambutan bulan suci Ramadhan 1447 H, tradisi-tradisi Nahdliyin perlu dijaga dan ditingkatkan. Menurutnya, tradisi seperti tadarusan di malam bulan Ramadhan penting disemarakkan.
“Tradisi-tradisi NU perlu dijaga dan ditingkatkan, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, mari kita semarakkan masjid dengan berjamaah dan juga tadarus Al Quran,” ucap Mangku.

Sementara itu, Penceramah yang juga merupakan Kepala MTs. NU Natal, Mulkan Ahmad, S.HI menyampaikan momentum peringatan Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW dan penyambutan bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum membangkitkan “ghirah” perjuangan para Ulama.


“Kemarin bertepatan dengan tanggal 31 Januari 2026 merupakan puncak peringatan Harlah NU yang ke 100 tahun. Satu abad NU, bukan waktu yang muda, sebagai penerus estafet dari para ulama, kita wajib meneruskan perjuangan,” ucap Mulkan Ahmad, S.HI.
“Perjuangan para ulama sebagai pewaris para nabi, perlu dijaga. Mari kita rajut kembali agar tradisi Nahdliyin terjaga ke generasi selanjutnya,” pesan Mulkan yang juga Khatib Syuriah MWC NU Natal.
Dari pantauan di lokasi, kegiatan yang dimulai sekira pukul 09.00 Wib ini juga diisi dengan penampilan bakat seperti hadroh dan marawis anak-anak MTs NU Natal. (IS)




