Siswanto Ajak Ubah Budaya Apresiasi: Tak Perlu Spanduk Ucapan, Rawat dan Jaga Sudah Cukup

Depok | Sketsa Online – Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Siswanto, mengajak masyarakat mengubah cara mengekspresikan apresiasi terhadap kinerja wakil rakyat.

Ia menilai, pemasangan spanduk ucapan terima kasih di ruang publik bukanlah bentuk penghargaan yang tepat, melainkan perlu diarahkan pada hal yang lebih substantif dan berdampak jangka panjang.

Ajakan tersebut disampaikan menyusul maraknya pemasangan spanduk ucapan terima kasih dari sejumlah ketua lingkungan di berbagai titik wilayah.

Spanduk-spanduk itu ditujukan kepada Siswanto yang dinilai telah memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam realisasi pembangunan infrastruktur lingkungan.

Menanggapi hal itu, Siswanto justru mengaku tidak nyaman. Ia menegaskan bahwa memperjuangkan aspirasi masyarakat merupakan kewajiban yang melekat pada dirinya sebagai anggota dewan, bukan sesuatu yang perlu dirayakan secara berlebihan.

“Seharusnya tidak perlu begitu. Memperjuangkan aspirasi masyarakat itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya. Ketika aspirasi itu bisa direalisasikan, bagi saya itu sudah cukup menggembirakan,” ujar Siswanto pada Senin (27/4/26).

Baca juga:  Longsor Gerus Rumah Warga di Boponter, Lurah dan Sekcam Cipayung Turun Tangan

Ia mengingatkan, keberhasilan pembangunan tidak boleh dipersonalisasi sebagai capaian individu, melainkan merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan DPRD sebagai representasi publik.

Menurutnya, budaya apresiasi yang terlalu menonjolkan simbol seperti spanduk berpotensi menggeser esensi pelayanan publik menjadi sekadar pencitraan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggeser orientasi dari simbol menuju substansi.

“Saya mohon kepada para ketua lingkungan agar tidak berlebihan dalam mengapresiasi. Tanpa spanduk pun, saya akan tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi yang lebih bermakna, Siswanto mendorong masyarakat untuk aktif menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah terealisasi. Keberlanjutan pembangunan sangat ditentukan oleh kesadaran kolektif dalam merawat fasilitas yang sudah dibangun.

Baca juga:  Ancaman Digital Mengintai Sekolah, Edi Masturo Dorong Sistem Pencegahan Terintegrasi

“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga dan merawat hasil pembangunan itu. Infrastruktur yang sudah dibangun dengan anggaran besar harus dijaga bersama agar tetap berfungsi optimal dan tidak cepat rusak. Lingkungan yang bersih dan rapi adalah cerminan kepedulian kita bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut, eks jurnalis tersebut juga menyoroti pentingnya kualitas dalam setiap proyek pembangunan di Kota Depok. Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap dibarengi dengan standar mutu yang tinggi.

Menurutnya, proyek yang tidak berkualitas hanya akan menimbulkan pemborosan anggaran karena harus diperbaiki secara berulang.

“Kita ingin pembangunan berjalan masif, tetapi kualitas tidak boleh diabaikan. Setiap proyek harus direncanakan dan diawasi dengan baik agar hasilnya awet dan tidak mudah rusak. Dengan begitu, anggaran publik bisa dimanfaatkan secara lebih efektif,” jelasnya.

Baca juga:  H. Hamzah Gelar Buka Puasa Bersama, Ratusan Warga Depok Bersatu dalam Spirit Ukhuwah

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, maupun masyarakat, untuk memastikan setiap proses pembangunan berjalan sesuai standar.

Dalam momentum Hari Jadi ke-27 Kota Depok, Siswanto mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat komitmen kolektif dalam membangun kota secara berkelanjutan. Ia menilai, usia ke-27 harus menjadi titik refleksi sekaligus penguatan arah pembangunan ke depan.

“Ini saatnya kita satukan tekad. Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi, konsistensi, dan komitmen bersama agar Depok terus maju dan mampu menjawab tantangan ke depan,” paparnya.

Ia berharap, ke depan orientasi pembangunan tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan itu bukan sekadar membangun fisik, tetapi bagaimana menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Di situlah letak tanggung jawab kita bersama,” tutup Siswanto.(el’s)

Latest

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak terus menunjukkan perkembangan positif. Komitmen...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...