Depok | Sketsa Online – Suasana religius, khidmat, dan sarat nilai kebersamaan terasa kuat dalam kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Haul ke-18 Kumpi H. Japat bin Sian dan Kumpi Hj. Aisyah binti Tiran di Masjid Jami Nurul Mukmin, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, mengenang jasa para leluhur, sekaligus meneguhkan kembali komitmen dalam menjaga nilai-nilai dakwah di tengah dinamika kehidupan modern.
Jamaah dari berbagai kalangan datang dengan penuh antusias, membawa semangat kebersamaan dalam balutan nuansa Syawal yang masih terasa hangat. Kehadiran masyarakat lintas generasi menunjukkan bahwa tradisi haul telah menjadi bagian dari identitas sosial dan spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPRD Jawa Barat Pradi Supriatna, tokoh masyarakat Ayah Rojak, Ketua Fraksi PAN Kota Depok Igun Sumarno, Juana Sarmili, Liza Azizah, serta Wahyudin. Selain itu, unsur pemerintah setempat seperti camat dan lurah juga hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat harmoni sosial.
Ketua panitia yang juga anggota DPRD Kota Depok, H. Hamzah, dalam sambutannya menekankan bahwa haul memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar agenda tahunan. Menurutnya, haul adalah ruang refleksi untuk meneladani perjuangan para leluhur yang telah meletakkan dasar-dasar dakwah dan nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Haul ini bukan hanya tentang mengenang sosok yang telah wafat, tetapi bagaimana kita mampu melanjutkan amanah perjuangan mereka. Nilai-nilai dakwah, keikhlasan, dan pengabdian harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlangsungan kegiatan ini tidak lepas dari kontribusi seluruh pihak, baik keluarga besar, tokoh masyarakat, maupun warga yang dengan tulus memberikan dukungan dalam berbagai bentuk.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Baik tenaga, pikiran, maupun materi yang diberikan menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih sangat kuat,” ungkapnya.
Dalam suasana Syawal yang identik dengan saling memaafkan, H. Hamzah juga mengajak seluruh jamaah untuk membuka hati dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Ia menegaskan bahwa silaturahmi yang dibangun atas dasar keikhlasan akan membawa keberkahan dalam kehidupan, baik secara pribadi maupun sosial.
“Melalui momentum halal bihalal ini, mari kita saling memaafkan dengan tulus. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, umur panjang, serta rezeki yang berkah kepada kita semua, dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik dari hari ke hari,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan doa bersama untuk para leluhur, serta tausiyah keagamaan.
H. Hamzah juga mengingatkan pentingnya menjaga istiqamah dalam beribadah, memperkuat persatuan umat, serta membangun kepedulian sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Selain menjadi sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal akar sejarah keluarga dan nilai-nilai perjuangan para pendahulu.
Lebih lanjut, H. Hamzah berharap ke depan semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif sehingga tradisi ini tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan dengan skala yang lebih besar. Yang terpenting adalah bagaimana generasi muda ikut terlibat, memahami, dan melanjutkan nilai-nilai dakwah yang telah diwariskan,” katanya.
Menutup sambutannya, H. Hamzah menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk menjaga keharmonisan dan memperkuat persaudaraan sebagai bagian dari nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jika dalam pelaksanaan terdapat kekurangan, kami mohon maaf. Semoga kebersamaan ini menjadi penguat ukhuwah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa warisan nilai-nilai keislaman dari para leluhur tetap hidup dan relevan hingga saat ini.
“Dengan semangat kebersamaan, keikhlasan, dan komitmen menjaga tradisi, haul dan halal bihalal menjadi fondasi penting dalam memperkuat kehidupan sosial dan religius masyarakat,” tutup Hamzah. (el’s)




