Bekasi | Sketsa Online – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menggelar aksi berbagi takjil lintas agama di pintu masuk Kantor Pemerintah Kota Bekasi pada penghujung Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini melibatkan Komunitas Save My Generation Movement, Gereja Bethel Indonesia, serta sejumlah relawan dari Keren Workers dan Gempar, sebagai wujud kepedulian sosial dan penguatan toleransi di tengah masyarakat.
Sebanyak 2.000 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, pekerja harian, dan warga sekitar yang tengah menjalankan ibadah puasa. Sejak sore hari, para relawan telah bersiaga di lokasi untuk membagikan paket berbuka secara tertib, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah lalu lintas yang padat.

Dalam sambutannya, Bobihoe menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga momentum untuk memperluas kepedulian serta mempererat persaudaraan antarwarga, tanpa memandang latar belakang agama.
“Ramadan mengajarkan kita untuk berbagi. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk nyata bahwa rezeki yang kita miliki dapat menjadi berkah bagi orang lain, khususnya saudara-saudara kita yang sedang berpuasa,” ujarnya pada Selasa (17/3/26).
Ia menjelaskan, seluruh paket takjil yang dibagikan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk kontribusi dari komunitas lintas agama. Menurutnya, keterlibatan umat Kristiani dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai toleransi di Kota Bekasi tidak sekadar wacana, tetapi telah diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Kehadiran para pendeta dan saudara-saudara dari umat Kristiani dalam kegiatan ini adalah contoh nyata harmoni. Ini menunjukkan bahwa Bekasi adalah kota yang menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghormati,” katanya.
Lebih lanjut, Bobihoe menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan dan komunitas yang terlibat. Ia menilai konsistensi mereka dalam kegiatan sosial telah membantu memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat, terutama pada momen penting seperti Ramadan.

“Atas nama Pemerintah Kota Bekasi, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ini adalah kolaborasi yang luar biasa dan patut menjadi teladan,” ucapnya.
Tal hanya itu, Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat toleransi tidak hanya pada momentum Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Keharmonisan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam menciptakan kota yang aman, nyaman, dan sejahtera.
“Kita ingin nilai-nilai toleransi ini terus hidup, tidak berhenti di sini. Apa yang kita lakukan hari ini semoga menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbagi dan menjaga persatuan,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya pembagian takjil gratis, sekaligus mengapresiasi pesan kebersamaan yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Melalui semangat kebersamaan yang terbangun, Pemerintah Kota Bekasi berharap aksi serupa dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya sosial masyarakat. Harmoni lintas agama yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas Kota Bekasi sebagai kota yang toleran dan inklusif.
“Dengan kebersamaan dan toleransi, kita optimistis Bekasi akan menjadi kota yang semakin nyaman dihuni dan sejahtera bagi seluruh warganya,” tutup Bobihoe. (el’s)




