Depok | Sketsa Online – Suasana hangat menyelimuti halaman Panti Asuhan dan Pondok Tahfidz Al-Qur’an Al-Hayyah di kawasan Cipayung, Depok, saat Hj. Qonita Lutfiyah kembali berkunjung untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak yatim.
Bagi legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Depok tersebut, tempat ini bukan sekadar panti asuhan, melainkan rumah kedua yang telah ia kenal dan dampingi selama lebih dari satu dekade.
Hubungan Hj. Qonita dengan Panti Al-Hayyah bermula pada 2014. Saat itu, kondisi yayasan masih sangat sederhana. Bangunan yang digunakan untuk aktivitas panti hanya terdiri dari satu lantai, sementara para pengasuh masih tinggal di rumah kontrakan kecil di depan lokasi panti.
Namun di balik keterbatasan itu, ia melihat ketulusan dan kesungguhan para pengurus dalam mengasuh anak-anak yatim sekaligus membimbing mereka mendalami Al-Qur’an.

“Panti Asuhan Al-Hayyah ini sudah seperti rumah kedua bagi saya, karena sejak 2014 saya ikut melihat bagaimana perjalanan Abi dan Umi dalam mengasuh anak-anak yatim dengan penuh perjuangan,” ujar Hj. Qonita pada Minggu (1/3/26).
Ia menilai mengasuh anak yatim bukan tugas yang ringan. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, serta komitmen besar untuk memberikan perhatian layaknya orang tua kepada anak-anak yang kehilangan keluarga. Karena itu, ia bersyukur dapat ikut membersamai perjalanan yayasan tersebut.
Selama 12 tahun terakhir, Hj. Qonita menyaksikan langsung perkembangan Panti Al-Hayyah. Dari bangunan sederhana satu lantai, kini panti tersebut telah berkembang menjadi gedung tiga lantai yang lebih layak sebagai tempat tinggal sekaligus pusat pembinaan pendidikan agama bagi para santri.

“Dulu Al-Hayyah hanya satu lantai dan Abi serta Umi masih mengontrak rumah di depan. Sekarang Alhamdulillah sudah berkembang sampai tiga lantai. Saya yakin Allah memberikan jalan terbaik karena melihat kesungguhan mereka dalam mengasuh anak-anak,” tuturnya.
Perkembangan itu tidak hanya terlihat dari perubahan fisik bangunan, tetapi juga dari tumbuhnya harapan bagi anak-anak yang tinggal di sana. Mereka yang dahulu masih kecil kini mulai beranjak remaja dan semakin mandiri, baik dalam pendidikan formal maupun dalam pembinaan keagamaan melalui program tahfidz Al-Qur’an.
Tak hanya itu, Hj. Qonita mengaku kerap terharu melihat kehidupan anak-anak di panti tersebut. Di usia yang masih sangat muda, mereka harus belajar mandiri tanpa kehadiran orang tua kandung.
“Kadang saya berpikir bagaimana anak-anak seusia mereka yang seharusnya mendapatkan kasih sayang orang tua, tetapi harus hidup mandiri. Walaupun ada pengasuh, tetap saja itu bukan orang tua kandung mereka,” katanya.
Karena itu, setiap kali berkunjung ke Al-Hayyah, ia tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga menyemangati anak-anak agar tidak merasa rendah diri dengan kondisi yang mereka alami.
“Saya sering memberikan motivasi bahwa keterbatasan yang kita miliki jangan menjadikan kita putus asa. Kita harus tetap semangat dan tetap punya cita-cita,” ujarnya.
Sebagai penguatan, ia kerap mengingatkan kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW yang juga dilahirkan dalam keadaan yatim.
“Baginda Nabi Muhammad SAW juga dilahirkan dalam keadaan yatim. Namun beliau mampu menjadi manusia yang mulia dan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia. Itu yang sering saya sampaikan agar anak-anak tetap semangat dan percaya diri,” katanya.
Momentum Ramadan menjadi waktu yang sangat bermakna baginya untuk kembali bersilaturahmi dengan anak-anak di Al-Hayyah. Ia menilai Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.
“Bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Di bulan ini kita diwajibkan berpuasa, diturunkannya Al-Qur’an, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia pun mengajak anak-anak memanfaatkan Ramadan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas ibadah. Jika pada hari biasa membaca satu halaman, maka pada bulan suci dianjurkan untuk memperbanyaknya karena setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.
“Di bulan Ramadan segala ibadah dan kebaikan kita dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Karena itu jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan di bulan yang penuh keberkahan ini,” tuturnya.
Dalam suasana penuh kehangatan, Qonita juga sering mengajak anak-anak berdialog ringan tentang pelajaran agama. Ia memberikan pertanyaan sederhana mengenai rukun Islam maupun keutamaan ibadah puasa untuk menumbuhkan semangat belajar. Sesekali ia juga memberikan hadiah kecil bagi anak-anak yang mampu menjawab dengan benar sebagai bentuk motivasi.
Ia menilai pendidikan agama yang kuat sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda yang berakhlak baik sekaligus memiliki kepercayaan diri.
Qonita juga mengingatkan bahwa kemenangan sejati dari Ramadan bukan hanya dirasakan saat Hari Raya Idulfitri, tetapi ketika seseorang mampu mempertahankan kebiasaan baik setelah bulan suci berakhir.

“Kalau Ramadan kita jalankan dengan baik, maka kemenangan yang hakiki adalah ketika setelah Ramadan kita tetap rajin mengaji, rajin tahajud, rajin dhuha, dan tetap istiqamah dalam ibadah,” katanya.
Ia berharap anak-anak yang dibina di Panti Al-Hayyah dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun pembinaan karakter.
“Saya berharap anak-anak di sini mendapatkan kelayakan hidup yang baik, pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, serta kesehatan yang diperhatikan sehingga kelak mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang mampu bersaing dengan anak-anak lainnya,” ujarnya.
Bagi Qonita, perjalanan selama 12 tahun bersama Panti Al-Hayyah bukan sekadar kegiatan sosial atau santunan semata. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi pelajaran tentang ketulusan, kesabaran, dan makna pengabdian kepada sesama.
Di tempat itulah ia melihat bagaimana harapan dapat tumbuh di tengah keterbatasan. Baginya, berbagi kepada anak-anak yatim bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi juga menanamkan harapan, membangun masa depan, dan menjemput keberkahan dalam kehidupan. (el’s)




