Jakarta | Sketsa Online – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler pada kuartal pertama tahun ini telah mencapai 90 persen dari total target nasional. Program ini menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, termasuk 1,7 juta penyintas bencana alam di wilayah Sumatera.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam, menjelaskan bahwa bansos reguler yang telah dicairkan mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan sembako atau Pangan Non-Tunai (BPNT).
Penyaluran Rp20 Triliun untuk 18 Juta KPM
Pada kuartal pertama ini, total anggaran yang telah disalurkan mencapai Rp20 triliun untuk 18 juta keluarga penerima manfaat. Realisasi 90 persen tersebut menjadi indikator percepatan distribusi bantuan sosial pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat perlindungan sosial di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Khusus bagi wilayah terdampak bencana di Sumatera, pemerintah juga mengalokasikan bansos reguler senilai Rp1,8 triliun. Bantuan tersebut diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat di tiga provinsi, yakni:
-
Aceh
-
Sumatera Utara
-
Sumatera Barat
“Bansos reguler untuk tiga provinsi itu diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat, nilai anggarannya Rp1,8 triliun,” ujar Saifullah Yusuf.
Bansos Adaptif untuk Korban Bencana
Selain bansos reguler, Kemensos juga menyalurkan bansos adaptif atau kebencanaan di tiga provinsi tersebut. Hingga dasarian kedua Februari, nilai bantuan tahap pertama telah mencapai Rp632,8 miliar.
Bantuan kebencanaan tersebut meliputi:
-
Bantuan logistik dan dapur umum
-
Santunan korban meninggal dunia dan luka-luka
-
Jaminan hidup (jadup)
-
Bantuan isian rumah
-
Stimulus sosial ekonomi
Santunan dan Jaminan Hidup
Kementerian Sosial merinci bahwa santunan korban meninggal telah disalurkan kepada 990 ahli waris dengan total nilai lebih dari Rp14,8 miliar.
Sementara itu, bantuan jaminan hidup diberikan kepada 175.211 penerima manfaat sebesar Rp450 ribu per orang selama tiga bulan, dengan total anggaran mencapai Rp238 miliar. Penyaluran dilakukan melalui layanan PT Pos Indonesia serta transfer rekening melalui Bank Syariah Indonesia dan bank-bank milik pemerintah lainnya.
Bantuan Isian Rumah dan Stimulus Ekonomi
Untuk membantu para pengungsi yang menempati hunian sementara, hunian tetap, maupun yang mengungsi mandiri dengan sistem sewa, pemerintah menyalurkan bantuan isian rumah kepada 47 ribu keluarga. Setiap keluarga menerima Rp3 juta dengan total anggaran lebih dari Rp143 miliar.
Tak hanya itu, stimulus sosial ekonomi juga diberikan kepada 47 ribu keluarga dengan nilai total Rp238 miliar. Setiap rumah tangga menerima bantuan sebesar Rp5 juta guna mendorong pemulihan ekonomi pascabencana.
Komitmen Pemerintah Percepat Pemulihan
Penyaluran bansos kuartal pertama yang hampir rampung ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya bagi penyintas bencana di Sumatera. Dengan sinergi lintas lembaga dan percepatan distribusi, diharapkan daya tahan ekonomi keluarga penerima manfaat semakin kuat.




