Depok | Sketsa Online – Anggota Komisi B DPRD Kota Depok, Endah Winarti, menegaskan komitmennya untuk mendorong dua sektor strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yaitu penguatan UMKM berbasis digital dan optimalisasi pengelolaan sampah terpadu.
Menurut Endah, kedua sektor tersebut saling melengkapi ekonomi masyarakat tumbuh melalui inovasi digital, sementara lingkungan terjaga melalui sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kalau dua hal ini berjalan seimbang, Depok bukan hanya maju secara ekonomi, tapi juga bersih, sehat, dan berdaya,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan sosialisasi Komisi B pada Minggu (9/11).
Endah menjelaskan, Komisi B DPRD terus mendorong pemerintah agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Depok mampu beradaptasi dengan era digital. Melalui pelatihan dan pendampingan, para pelaku usaha diarahkan untuk memiliki legalitas usaha, sertifikat halal, serta kemampuan memasarkan produk melalui platform digital.
“Kami ingin UMKM di Depok naik kelas. Sekarang tidak cukup hanya berjualan secara konvensional, tapi harus memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar. Dengan digitalisasi, produk lokal bisa menembus nasional bahkan ekspor,” jelasnya.
Program pembinaan UMKM tersebut telah masuk dalam agenda APBD 2026, di mana setiap minggunya para pelaku usaha mulai dari pengrajin batik, kuliner, hingga industri kreatif akan mendapatkan bimbingan dari Dekranasda dan instansi terkait.
“Kami juga berencana menggandeng industri besar untuk membuka peluang kemitraan, agar UMKM Depok bisa tumbuh lebih cepat,” tambahnya.
Selain sektor ekonomi, Endah juga menilai penanganan sampah menjadi potensi penting yang belum tergarap maksimal dalam meningkatkan PAD. Melalui prinsip “Sampahmu tanggung jawabmu, sampahku tanggung jawabku,” ia mengajak masyarakat berperan aktif dalam mengelola sampah sejak dari rumah.
“Kalau masyarakat disiplin memilah sampah, beban TPA bisa berkurang, dan hasil pengelolaan bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah. Contohnya, sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat dijual kembali atau dijadikan bahan kerajinan oleh UMKM,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia juga mengungkapkan bahwa sistem retribusi pengelolaan sampah yang dikelola dengan baik bisa menjadi tambahan pemasukan bagi kas daerah.
“Ke depan, pengelolaan sampah harus berbasis digital dan transparan. Retribusinya bisa membantu pembiayaan operasional serta perawatan sarana kebersihan,” katanya.
Endah berharap seluruh elemen masyarakat ikut serta menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung program pemerintah daerah.
“Gerakan kecil seperti memilah sampah dan membeli produk lokal bisa membawa dampak besar. Karena membangun Depok bukan hanya tugas dewan dan pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” tutupnya. (el’s)




