Depok | Sketsa Online – Bukti cinta dan ketulusan masyarakat terhadap Mazhab HM kembali terlihat nyata. Warga datang berbondong-bondong tanpa undangan pada Sabtu (4/4/26) untuk mengikuti doa bersama, menciptakan suasana penuh haru dan kekhidmatan.
Momen tersebut menyentuh hati istri Mazhab HM, Ulfa Wulandari yang tak kuasa menahan rasa haru. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran warga secara spontan merupakan wujud kasih sayang tulus yang lahir dari hati, semata-mata mengharap ridha Ilahi.
Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih mendalam atas perhatian dan doa yang diberikan masyarakat. Menurutnya, warga hadir tanpa ajakan resmi, melainkan atas kesadaran sendiri untuk mendoakan kesehatan, umur panjang, serta kelancaran setiap langkah kehidupan Mazhab HM.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Warga datang tanpa diminta, dengan keikhlasan hati untuk mendoakan agar beliau selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan kemudahan dalam segala urusan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ulfa menegaskan, tidak ada mobilisasi ataupun ajakan formal dalam kegiatan tersebut. Semua berlangsung alami, lahir dari kedekatan batin yang telah lama terjalin antara Mazhab HM dan masyarakat. Sosok Mazhab HM bukan hanya tokoh di tengah warga, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga besar mereka.
“Ini bukan sekadar dukungan, tetapi sudah menjadi ikatan hati. Banyak warga yang menganggap beliau seperti orang tua sendiri, sehingga doa yang dipanjatkan terasa begitu dalam dan penuh cinta,” tuturnya.
Dalam doa bersama itu, warga memanjatkan harapan agar Mazhab HM senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, umur panjang, serta kemudahan dalam menjalankan setiap amanah kehidupan. Lantunan doa yang menggema menghadirkan suasana khusyuk dan mempererat ikatan spiritual di antara yang hadir.
Ulfa juga mengungkapkan bahwa Mazhab dan keluarga dijadwalkan akan menunaikan ibadah haji pada 5 April mendatang. Oleh karena itu, doa bersama ini menjadi momentum penting sebagai bekal spiritual menjelang perjalanan suci tersebut.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar keberangkatan ibadah haji ini diberikan kelancaran, keselamatan, serta kemudahan dalam setiap prosesnya, hingga beliau kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Menurutnya, momen tersebut tidak hanya sarat nilai religius, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai kebangsaan. Semangat persatuan, kepedulian, dan gotong royong yang tercermin dari kehadiran warga menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila masih hidup dan mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Ia menilai, kebersamaan yang terbangun secara alami ini menjadi energi moral yang besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat ikatan kemanusiaan.
Menutup pernyataannya, Ulfa menyampaikan refleksi bahwa doa bersama ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketulusan hati dan kedekatan dengan Sang Pencipta dalam setiap langkah kehidupan.
“Semoga setiap doa yang dipanjatkan hari ini menjadi wasilah kebaikan, tidak hanya bagi Bapak, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang hadir dan semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, menjaga langkah kita, dan menguatkan kebersamaan dalam keikhlasan. Karena dari hati yang tulus dan doa yang bersih, lahir kekuatan untuk menghadirkan kebaikan yang lebih luas bagi sesama,” tutupnya. (el’s)




