Depok | Sketsa-online.com – Sebagai salah satu kandidat Calon Walikota Depok, Supian Suri yang berpasangan dengan Chandra Rahmansyah mengungkapkan pandangannya terhadap dunia pendidikan saat ini, terkhusus di Kota Depok.
Salah satu program yang digaungkan Pasangan Calon (Paslon) Walikota Depok nomor urut 2 ini adalah program Rumah Didik Anak (RDA) bagi penyandang Disabilitas (Berkebutuhan Khusus).
“Salah satu janji saya adalah Rumah Didik Anak (RDA). Kita ingin Rumah Didik Anak benar-benar memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak disabilitas ataupun anak dengan kebutuhan khusus dan Rumah Didik Anak juga akan mencreate bagaimana lapangan pekerjaan juga bisa mereka rasakan atau mereka juga menjadi bagian dari lapangan pekerjaan,” ungkap Supian Suri di Pancoran Mas, Depok (28/09/24).
“Kita punya banyak potensi, ada 12 partai yang memberikan dukungan ke saya, anggota DPRD Provinsi, anggota DPR RI dan anggota DPRD Kota Depok akan sangat mensupport program-program dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, agar bisa dirasakan kemanfaatannya buat Kota Depok,” papar Supian.
Menurutnya, boleh percaya atau tidak 1 anggota DPR RI bisa membawa 500 beasiswa ke Perguruan tinggi gratis dalam 1 tahun, bahkan plus uang saku.
“Artinya, kalau kita merangkul banyak orang, banyak pihak akan banyak pula memberikan manfaat buat Kota Depok. Belum lagi kita ketahui di Kota Depok ini banyak sekali orang-orang hebat, pengambil-pengambil keputusan yang tinggal nya di Depok. Tinggal bagaimana kita mau silahturahmi dan membangun komunikasi,” terang Supian.
“Kita semua sudah tau, kenapa Depok tidak siap hari ini tentang pendidikan, karena lahirnya gedung-gedung tidak terorientasi pada zonasi. Kita dulu bangun sekolah, ngeliat pasus pasumnya dimana disitulah yang dibangun, jadi kadang-kadang bisa satu skup nanti satu Kelurahan atau satu Kecamatan.
Disisi lain ada Kecamatan atau Kelurahan yang sangat kurang sekolah atau sarana pendidikan.
Sehingga begitu program atau mekanisme zonasi digunakan maka banyak yang tidak dapat zonasi,” tambahnya.
Untuk itu pertama yang dilakukan adalah menghitung, melihat titik mana yang memang betul betul membutuhkan sekolah negeri, itu yang akan kita bangun.
Kedua akan berkolaborasi lagi dengan Pemerintah Provinsi dan Kementerian Agama.
Pemerintah provinsi untuk SMA dan SMK.
Pemerintah Kota bisa menyiapkan lahan, Pemerintah Provinsi menyiapkan bangunannya.
Lalu dengan Kementerian Agama, MTs Negeri kan baru ada 1 hari ini di Depok.
“Kita belum punya lagi untuk yang muslim, nah ini yang harus kita tambahkan.
Kita juga ga boleh bergantung atau berorientasi kepada sekolah negeri. Sekolah swasta juga harus kita buat maksimal, baik dari kualitas maupun dari sisi sarana prasarananya. Makanya pemerintah harus hadir mensupport sekolah sekolah swasta sehingga orang tidak semuanya berorientasi ke negeri, dengan kualitas yang sama dan dengan harga yang terjangkau seharusnya sekolah swasta bisa hadir dan bisa diterima oleh masyarakat kota Depok,” ucap Supian.
“Jadi Rumah Didik Anak merupakan satu dari banyak program kami untuk anak-anak berkebutuhan khusus (Disabilitas), selain dari meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, Kementerian Agama dan Lembaga Pendidikan lainnya,” pungkas Supian Suri. (el’s)




