Depok | Sketsa Online – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok menggelar tasyakuran pada Rabu (12/11) di kantor DPC PKB Kota Depok, sebagai bentuk syukur atas penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.
Dalam kesempatan tersebut, PKB Kota Depok menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI atas penghargaan yang diberikan, sekaligus menjadikan acara ini momentum untuk menegaskan komitmen partai memadukan nilai humanis Gus Dur dengan ketegasan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam moderasi beragama dan menjaga persatuan bangsa.
Langkah ini dianggap penting untuk menyeimbangkan pembangunan nasional dengan penguatan nilai kemanusiaan, sehingga politik kebangsaan dan kepemimpinan nasional dapat berjalan selaras dengan semangat inklusif dan toleran yang diwariskan oleh Gus Dur.
Dewan Syuro PKB Kota Depok, Abdul Kohar Amin, menegaskan bahwa tasyakuran ini menjadi wujud nyata aktualisasi nilai-nilai Gus Dur dalam kehidupan berorganisasi dan berbangsa. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus dikembangkan karena mampu membangkitkan semangat kader dan memperkuat konsolidasi partai.
“Acara seperti ini perlu dilaksanakan karena membawa semangat kebersamaan dan menjadikan organisasi lebih baik. Kami, sebagai warga PKB, sangat bangga atas jasa-jasa Gus Dur yang kini telah diakui sebagai pahlawan nasional. Beliau adalah sosok Bapak Bangsa yang mampu merangkul berbagai kelompok dan golongan,” ujarnya.
Abdul Kohar menambahkan bahwa keteladanan Gus Dur dalam merangkul semua kalangan, termasuk umat Konghucu dan kelompok minoritas lainnya, merupakan wujud nyata dari semangat kemanusiaan yang tinggi.
PKB berkomitmen terus menggerakkan langkah-langkah politik yang selaras dengan visi dan misi Gus Dur sebagai inspirator utama perjuangan partai.
“Gus Dur selalu mengedepankan kemanusiaan di atas kepentingan politik. Beliau tidak ingin bangsa ini terpecah karena perbedaan. Sikap legowo dan ketulusannya menjaga keutuhan bangsa menjadi teladan bagi kami di PKB,” tambah Abdul Kohar.
Selain itu, Abdul Kohar juga menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto meneladani sikap kenegarawanan Gus Dur. Keputusan Prabowo untuk merangkul pihak yang dulunya berseberangan dengannya ke dalam pemerintahan menunjukkan kedewasaan politik yang berorientasi pada persatuan nasional.
“Saya kira Presiden Prabowo mengambil inspirasi dari Gus Dur. Beliau berani mengangkat orang-orang yang dulunya berseberangan dengannya demi persatuan bangsa. Langkah ini jarang dilakukan, dan mencerminkan kepemimpinan yang mengedepankan keutuhan negara,” ungkapnya.
Dilokasi yang sama, Ketua DPC PKB Kota Depok, M. Faizin, menekankan bahwa semangat perjuangan Gus Dur yang menekankan toleransi, kemanusiaan, dan keadilan sosial tetap relevan sebagai pedoman politik kebangsaan.
Menurutnya, gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang menekankan ketegasan dan persatuan nasional perlu dipadukan dengan nilai-nilai humanis Gus Dur agar pembangunan tetap berpihak pada rakyat kecil dan menjaga harmoni antarumat beragama.
“PKB Depok melihat kepemimpinan Presiden Prabowo sejalan dengan semangat Gus Dur dalam membangun bangsa yang kuat, adil, dan menghargai keberagaman. Keduanya memiliki visi yang sama, yaitu meletakkan dasar kebangsaan di atas kepentingan golongan,” ujar Faizin.
Lebih lanjut, Faizin menegaskan bahwa PKB Depok siap berperan aktif mengawal program pemerintah pusat, khususnya di sektor keagamaan, pendidikan, dan sosial.
Melalui semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman), partai ingin menghadirkan politik yang menyejukkan dan mengedepankan dialog lintas kelompok.
“Kami ingin menghadirkan politik yang mempersatukan, bukan memecah belah. Moderasi beragama adalah kunci menjaga stabilitas sosial dan politik di daerah, sekaligus memperkuat pondasi kebangsaan yang diwariskan oleh Gus Dur,” jelasnya.
Faizin menekankan bahwa keberhasilan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari keseimbangan jasmani dan rohani warganya.
“Untuk membangun kehidupan yang sehat, semua harus seimbang bukan hanya kebutuhan fisik, tapi juga rohani. Seperti pesan Gus Dur, bangsa yang besar adalah bangsa yang bersatu dalam kemanusiaan,” tutupnya.
Dengan langkah ini, PKB Depok berharap dapat menjadi penggerak moderasi beragama di tingkat lokal sekaligus menguatkan konsolidasi politik kebangsaan yang humanis, toleran, dan berpihak kepada rakyat kecil.
Tasyakuran ini juga menjadi momentum bagi PKB Depok untuk menegaskan identitas partai sebagai penjaga nilai-nilai Gus Dur dalam era kepemimpinan Presiden Prabowo, sambil menekankan pentingnya persatuan bangsa melalui politik yang humanis dan inklusif. (el’s)




