Depok | Sketsa Online – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Yayasan Al-Hayya, Cipayung, Kota Depok, pada Rabu (11/2/2026).
Sejak pagi, para santri penghafal Al-Qur’an tampak antusias mengikuti pengukuran badan untuk pembuatan gamis sebagai persiapan menyambut Ramadan 1447 Hijriah dan Idulfitri.
Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Legislator Hj. Qonita Lutfiyah yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Bagi anak-anak, gamis baru bukan sekadar pakaian, melainkan simbol kebahagiaan dalam menyambut bulan suci. Senyum dan keceriaan terpancar saat mereka satu per satu menjalani proses pengukuran di lingkungan yayasan yang beralamat di Jalan Desa Cipayung Raya No. 26, Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung.
Yayasan Al-Hayya saat ini membina 116 anak, terdiri atas 66 anak mukim di asrama dan 50 anak nonmukim, dengan pendampingan 15 pengurus.
Lembaga ini berfokus pada pengasuhan dan pendidikan tahfidz Al-Qur’an bagi anak yatim serta dhuafa di Kota Depok. Selain pembelajaran agama, para santri juga mendapatkan pembinaan karakter dan dukungan pendidikan formal.
Ketua Yayasan Al-Hayya, Abi Redi Gunawan, menyebut hari itu sebagai momen yang membahagiakan bagi seluruh keluarga besar yayasan.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan. Anak-anak sedang diukur untuk dibuatkan gamis sebagai persiapan Ramadan dan Idulfitri. Mereka sangat gembira dan merasa diperhatikan,” ujarnya.
Abi Redi menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar pemberian materi, melainkan bentuk keikhlasan yang menghadirkan semangat baru bagi para santri.
“Atas nama Yayasan Al-Hayya, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hajah Qonita Lutfiyah yang telah memberikan kebahagiaan kepada anak-anak penghafal Al-Qur’an di yayasan ini. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik dan menjadikannya sebagai wasilah keberkahan, keselamatan, serta kebahagiaan di dunia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Abi Redi mengungkapkan, sebagai wakil rakyat, Hj. Qonita Lutfiyah dikenal tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga aktif turun langsung menyerap aspirasi masyarakat.
Ia kerap terlibat dalam kegiatan sosial, pemberdayaan, dan pembinaan keagamaan, termasuk mendukung lembaga pendidikan berbasis Al-Qur’an.
Kepeduliannya terhadap Yayasan Al-Hayya menjadi bagian dari komitmen tersebut. Momentum Ramadan dimaknainya sebagai waktu yang tepat untuk menebar empati dan memperkuat nilai kebersamaan.
Bagi Al-Hayya, perhatian seorang legislator dengan jiwa sosial yang tinggi menjadi suntikan motivasi bagi para santri.
“Keikhlasan yang diwujudkan dalam tindakan nyata diyakini menjadi wasilah kebaikan yang membawa keberkahan, baik bagi penerima maupun pemberi,” tutupnya. (el’s)




