Jakarta | Sketsa Online – Momen akad nikah antara Shinta Saraswati, M.Psi., Psikolog, dan Ardhianto Ilham Wicaksono, S.Psi., di Hotel Bidakara Jakarta pada Sabtu (8/11/2025), berlangsung penuh khidmat dan haru.
Tak sekadar menjadi prosesi sakral penyatuan dua insan, peristiwa ini juga istimewa karena dihadiri dua tokoh nasional yang memberikan restu secara langsung, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Emil Elestianto Dardak.
Kehadiran keduanya bukan hanya sebagai tamu kehormatan, melainkan juga sebagai saksi akad nikah, yang turut menyampaikan doa serta wejangan penuh makna bagi kehidupan rumah tangga kedua mempelai.
Usai prosesi ijab kabul yang berlangsung dengan lancar, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan pesan mendalam tentang makna pernikahan dan keluarga.
“Saya mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada Ardhianto dan Shinta, putri tercinta dari Bapak Agung Budi Santoso dan Ibu. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta selalu dipenuhi kebahagiaan,” tutur AHY.
Putra sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, itu juga menekankan bahwa fondasi rumah tangga tidak hanya dibangun dari cinta, tetapi juga dari kesabaran dan saling menghargai.
“Dalam pernikahan, cinta saja tidak cukup. Dibutuhkan komitmen, pengertian, dan rasa saling mendukung agar rumah tangga bisa tumbuh kuat dan bahagia,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang juga bertindak sebagai saksi, menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya atas penyatuan dua keluarga besar tersebut.
“Kepada Mas Ardi dan Mbak Shinta, kami sampaikan selamat atas pernikahan yang berlangsung begitu sakral dan bermakna. Semoga ini menjadi awal kehidupan rumah tangga yang bahagia dan penuh keberkahan,” ujar Emil dengan tulus.
Emil mengaku memiliki kedekatan emosional dengan keluarga mempelai pria yang berasal dari Sampang, Jawa Timur. Ia pun menautkan momen itu dengan nilai-nilai kekeluargaan dan religius yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Timur.
“Sebagai orang Jawa Timur, saya bangga bisa turut menjadi saksi dalam akad ini. Ada rasa haru tersendiri melihat dua keluarga dipersatukan dalam restu dan doa. Sebagai seorang ayah, saya ikut merasakan kebahagiaan yang besar hari ini,” ungkapnya.
Ucapan dan doa dari dua tokoh nasional tersebut menjadi simbol restu sekaligus nasihat berharga bagi pasangan Shinta dan Ardhianto dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Pernikahan ini bukan hanya penyatuan dua hati, melainkan juga pengingat bahwa cinta sejati tumbuh melalui doa, ketulusan, dan restu dari orang-orang terkasih. Fondasi abadi menuju keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. (el’s)




