Dedikasi Tanpa Batas, Iwan Setiawan: Warga Depok di Garis Depan Perlawanan Buruh

Depok | Sketsa Online – Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 menjadi momentum untuk menengok kembali jejak panjang perjuangan pekerja di Indonesia.

Di tengah arus sejarah tersebut, Iwan Setiawan, seorang warga Depok yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Kota Depok, menjadi salah satu sosok yang turut berada di garis depan dalam mengawal gerakan buruh, termasuk dalam aksi besar tahun 2003 di Bandung.

Iwan mengenang, perjuangan buruh pada masa itu bukan sekadar aksi turun ke jalan, melainkan hasil dari proses panjang yang dibangun secara konsisten dan terorganisir. Bersama aktivis dan elemen buruh lainnya, ia terlibat dalam konsolidasi dari tingkat paling bawah mulai dari diskusi kecil di lingkungan pabrik, kajian jalanan, hingga menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pekerja.

“Kami memulai dari hal-hal sederhana. Diskusi kecil, membangun keberanian buruh untuk berbicara, hingga menumbuhkan kesadaran bahwa mereka memiliki hak yang harus diperjuangkan,” ujar Iwan.

Dari proses tersebut lahir kesepahaman bersama yang kemudian menjadi dasar gerakan, yakni manifesto perjuangan buruh. Manifesto ini tidak hanya memuat tuntutan, tetapi juga arah dan prinsip perjuangan, dengan satu penegasan utama, yaitu buruh harus menjadi subjek yang memimpin perjuangannya sendiri.

Baca juga:  Hidupkan Sunnah Berbagi! Mazhab Istiqamah Santuni Anak Yatim

Isu yang diperjuangkan kala itu berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi pekerja. Mulai dari belum terpenuhinya hak cuti hamil bagi pekerja perempuan, upah yang dinilai masih rendah, hingga fasilitas kerja yang jauh dari standar kelayakan. Bagi Iwan, persoalan tersebut bukan semata soal kebijakan, melainkan menyangkut martabat manusia.

“Perjuangan buruh bukan hanya soal upah, tetapi soal kemanusiaan bagaimana pekerja diperlakukan secara adil dan bermartabat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Ia juga menilai, tantangan terbesar saat itu datang dari kebijakan yang belum berpihak kepada buruh. Banyak keputusan, kata dia, lebih dipengaruhi oleh kepentingan pengusaha dan pemerintah, sehingga posisi buruh kerap terpinggirkan.

Kesadaran atas kondisi tersebut mendorong lahirnya aksi besar pada 2003. Iwan Setiawan, sebagai warga Depok, bersama jaringan aktivis terlibat aktif memperkuat konsolidasi hingga ke lapangan menegaskan bahwa perjuangan buruh melampaui batas wilayah dan merupakan persoalan bersama.

Puncaknya, ribuan buruh mulai bergerak sejak dini hari dari kawasan industri Leuwi Gajah menuju Cimindi. Di setiap titik, barisan massa terus bertambah. Buruh keluar dari tempat kerja, bergabung, dan menyatu dalam satu arus panjang menuju Gedung Sate.

Baca juga:  Serius Benahi Puncak, Pemkab Bogor Dapat Apresiasi dari Kementerian PU

“Berjalan kaki dari pabrik ke pabrik bukan sekadar mobilisasi, tetapi simbol bahwa perjuangan ini lahir dari bawah dan milik bersama,” kenang Iwan.

Jumlah massa yang terus membesar hingga mencapai sekitar 20 ribu orang menjadikan aksi tersebut sebagai salah satu yang terbesar pada masanya. Bersama mahasiswa dan masyarakat miskin kota, mereka bergerak menuju pusat pemerintahan Jawa Barat untuk menyuarakan keadilan bagi pekerja.

Namun, perjalanan itu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Berbagai insiden terjadi di sepanjang rute aksi. Aparat keamanan berupaya membubarkan massa, yang memicu ketegangan di sejumlah titik.

Dalam peristiwa tersebut, sekitar 40 buruh dan dua mahasiswa diamankan. Penangkapan itu menjadi bagian dari dinamika keras yang harus dihadapi dalam setiap gerakan besar.

Lebih lanjut, Iwan juga mengenang dua rekannya, berinisial JS dan DAM, yang turut ditangkap dalam aksi tersebut. Seiring berjalannya waktu, salah satu dari mereka, JS, telah berpulang.

Baca juga:  Pasang Standar Tinggi, Supian Suri Dorong PGI Depok Jadi Pilar Ganda di Tengah Masyarakat

“Mereka bagian dari perjuangan itu. Untuk almarhum, semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ucapnya.

Bagi Iwan, pengalaman tersebut bukan sekadar kenangan, melainkan pelajaran tentang arti solidaritas dan kekuatan kolektif. Ia meyakini, ketika buruh memiliki kesadaran dan persatuan, mereka mampu menjadi kekuatan besar yang tidak mudah dipatahkan.

Kini, di tengah dinamika ketenagakerjaan yang terus berkembang, semangat perjuangan tersebut dinilai tetap relevan. Ia berharap generasi saat ini tidak melupakan akar perjuangan yang telah dibangun dengan pengorbanan.

“Perjuangan belum selesai. Tapi kita sudah punya fondasi kesadaran, persatuan, dan keberanian untuk melawan ketidakadilan,” pungkasnya.

Menutup keterangannya, Iwan menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional 2026 menjadi pengingat bahwa di balik setiap hak yang dinikmati saat ini, terdapat sejarah panjang yang ditempa oleh keringat, air mata, dan pengorbanan.

“Dedikasi tanpa batas dari para pejuang buruh menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Sebuah pesan yang terus hidup dari jalanan: ketika buruh bersatu, mereka tidak mudah dikalahkan,” tutup Iwan. (el’s)

Latest

Tagih Janji di Hardiknas, Siswanto Minta Pemkot Depok Serius Benahi RSSG

Depok | Sketsa Online - Momentum Hari Pendidikan Nasional...

Semangat Hardiknas 2026, Ade Ibrahim Dorong Madrasah Jadi Pilar Utama Pendidikan Masa Depan

Depok | Sketsa Online - Momentum Hari Pendidikan Nasional...

Newsletter

Don't miss

Tagih Janji di Hardiknas, Siswanto Minta Pemkot Depok Serius Benahi RSSG

Depok | Sketsa Online - Momentum Hari Pendidikan Nasional...

Semangat Hardiknas 2026, Ade Ibrahim Dorong Madrasah Jadi Pilar Utama Pendidikan Masa Depan

Depok | Sketsa Online - Momentum Hari Pendidikan Nasional...

Tagih Janji di Hardiknas, Siswanto Minta Pemkot Depok Serius Benahi RSSG

Depok | Sketsa Online - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan refleksi dan pembenahan di...

Semangat Hardiknas 2026, Ade Ibrahim Dorong Madrasah Jadi Pilar Utama Pendidikan Masa Depan

Depok | Sketsa Online - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat arah pembangunan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan...

Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Kapolres Pantau Keberangkatan 115 Bus Buruh ke Monas untuk May Day 2026

Cibinong, Bogor | Sketsa Online — Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran kepolisian memantau langsung keberangkatan 115 bus yang mengangkut ribuan pekerja menuju kawasan...