Depok | Sketsa-online.com – Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan program pendidikan tinggi gratis yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026. Program ini memungkinkan seluruh anak dalam satu Kartu Keluarga (KK) untuk menempuh kuliah hingga jenjang sarjana dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung pemerintah.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus, yang juga merupakan anggota DPRD Kota Depok, menyampaikan bahwa rencana tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026.
“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan jaminan pendidikan tinggi bagi seluruh warga. Siapa pun yang memiliki keinginan kuliah, akan difasilitasi,” ujar Edi di ruangan Fraksi Demokrat, GDC, Depok pada Senin (15/7).
Edi menjelaskan, program ini akan dijalankan melalui kerja sama antara pemerintah dan universitas-universitas mitra yang telah terakreditasi. Salah satunya adalah Universitas Terbuka (UT) yang sejak lama menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat.
“UT itu kampus terbuka yang akreditasinya sudah diakui pemerintah. Tentu saja pemerintah tidak akan bekerja sama dengan perguruan tinggi yang belum terakreditasi. Namun, masyarakat tidak bisa memilih kampus secara bebas karena universitas tujuan akan ditentukan oleh pemerintah,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh lagi menjadi penghalang untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Kalau dalam satu keluarga semua anak bisa jadi sarjana, itu luar biasa. Yang penting ada kemauan. Pemerintah hadir menjawab keresahan masyarakat soal biaya pendidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut Edi menambahkan, saat ini mekanisme teknis program masih dalam tahap penyusunan dan akan dituangkan ke dalam regulasi resmi.
“Konsepnya sudah ada, tinggal diformalkan. Targetnya 2026 sudah harus mulai jalan,” katanya.
Ia pun berharap program ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Depok.
“Jika mayoritas warga Depok bergelar sarjana, tentu akan berdampak besar terhadap kemajuan daerah. Ini bukan sekadar janji, tapi upaya nyata untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutup Edi. (el’s)




