Depok | Sketsa-online.com – Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Gerindra, Edi Masturo, menggelar kegiatan reses masa sidang kedua dengan melibatkan pemuda Karang Taruna dari beberapa RW. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (8/5/2025) malam di Jalan Jagal, Kampung Kekupu RW 04 dan 05, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.
Dalam kegiatan tersebut, Edi sengaja mengundang para pemuda untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Salah satu topik utama yang dibahas adalah pemanfaatan dana RW sebesar Rp300 juta yang dialokasikan oleh Pemerintah Kota Depok.
“Saya ingin anak-anak Karang Taruna memahami bahwa mereka juga memiliki peran dalam pengelolaan dana RW, terutama dalam bidang pemberdayaan pemuda,” ujar Edi saat dikonfirmasi, Jumat (9/5/2025) malam.
Ia menjelaskan bahwa dalam anggaran dana RW, terdapat alokasi khusus untuk kegiatan kepemudaan, posyandu, serta pengembangan wisata berbasis keberagaman. Menurutnya, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk program positif yang mendukung potensi anak muda di wilayah masing-masing.
“Jika mereka tertarik pada budidaya ikan, misalnya, bisa difasilitasi melalui pendampingan dari pihak kelurahan maupun RW,” jelasnya.
Edi menambahkan, para pemuda yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi karena merasa baru pertama kali dilibatkan dalam forum resmi seperti reses legislatif. Beberapa peserta bahkan masih berusia 15 hingga 16 tahun.
“Respon mereka luar biasa. Ini menunjukkan bahwa generasi muda haus informasi dan ingin berkontribusi dalam pembangunan lingkungan,” katanya.
Dalam forum tersebut, sejumlah peserta juga mengusulkan adanya pelatihan keterampilan seperti perbengkelan dan kerja mandiri. Mereka mengaku membutuhkan wadah untuk mengembangkan keahlian sekaligus mendapatkan pemahaman tentang politik.
Menanggapi hal itu, Edi berencana untuk terus melibatkan pemuda dalam agenda resmi DPRD ke depannya, termasuk dalam kegiatan sosialisasi peraturan daerah.
Lebih lanjut, Edi menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan dana RW agar tepat sasaran, terutama dalam realisasi program untuk pemuda.
“Penggunaan dana yang sudah dialokasikan harus sesuai dengan peruntukannya. Jika tidak diawasi, bisa rawan penyimpangan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa saat ini pemerintah pusat dan daerah telah memberi perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik.
“Pemerintah sudah membuka ruang melalui program dan anggaran. Ini kesempatan emas yang harus diambil oleh anak-anak muda,” pungkas Edi. (el’s)




