Mandailing Natal, | Sketsa Online.com – Aliansi Mahasiswa yang mengatasnamakan Cipayung Plus melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Senin (5/8/2024).
Puluhan massa ini terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) MPO Madina dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Madina bersatu dalam satu wadah Cipayung Plus dalam menyampaikan aspirasi.
Aliansi organisasi-organisasi Mahasiswa ini mendesak pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas PMD Madina untuk mencopot Penjabat (PJ) Kepala Desa (Kades) Tabuyung, Iskandar Muda. Massa Cipayung Plus menduga telah terjadi kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh PJ. Kades Tabuyung dengan memberhentikan Sekretaris dan Perangkat desanya.
Lebih lanjut, massa yang salah satunya diwakili Farhan Donganta (Aktifis GMNI) juga menyampaikan bahwa PJ. Kades Tabuyung diduga tidak menaati Permendagri Nomor 67 tahun 2017 dan berharap agar PJ Kades bisa menaati Surat Edaran Bupati pada Agustus Tahun 2011. Lebih lanjut dia meminta agar PJ. Kades Tabuyung dicopot. Masih Farhan, dia juga mengapresiasi sikap Kadis PMD Madina yang secara terbuka mau menerima dan berdiskusi dengan mereka.
Walaupun massa sempat berdiskusi cukup alot dengan Kepala Dinas PMD Madina, Irsal Pariadi, S.STP namun suasana tetap terkendali dengan baik dengan pengawalan sejumlah Aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja.
Sementara itu, Irsal Pariadi, S.STP menyampaikan agar diberi waktu untuk merencanakan rapat evaluasi bersama pada Kamis dengan Camat Muara Batang Gadis atas kinerja PJ. Kades Tabuyung, Perangkat Desa, mudah-mudahan akan kami laksanakan dengan terbuka dan adil serta hasilnya bisa sesuai yang kita harapkan dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Irsal.
Penulis : IS




