Depok | Sketsa-online.com – Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Siswanto, memanfaatkan masa reses sidang kedua tahun 2025 dengan menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung. Kegiatan ini dilakukan setelah sebelumnya meninjau keluhan warga Bojong Pondok Terong.
Reses kali ini dilaksanakan di lingkungan RT 03/RW 03. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan diutarakan oleh warga, mulai dari saluran air yang menyempit hingga turap longsor yang membahayakan keselamatan warga.
“Seperti di Bojong Pondok Terong, di Pondok Jaya juga terdapat banyak persoalan yang harus segera diselesaikan,” ujar Siswanto, Sabtu (10/5/2025).
Menindaklanjuti aduan masyarakat, Siswanto langsung meninjau beberapa lokasi. Ia membenarkan bahwa saluran air yang berada di depan Posyandu Delima I mengalami penyempitan dan pendangkalan, sehingga air hujan kerap meluap ke jalan. Ia juga menemukan turap tebing yang rawan longsor di belakang posyandu tersebut.
“Ini sangat berbahaya karena di bawah tebing tersebut terdapat rumah warga,” ungkapnya.
Dalam inspeksinya, Siswanto juga menemukan satu rumah tidak layak huni di RT 04/RW 02. Rumah tersebut dihuni oleh tiga anggota keluarga dengan kondisi atap yang terbuat dari bambu dan nyaris roboh. Namun, penghuni rumah mengaku tidak mengetahui cara mengajukan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Ini masalah serius. Banyak warga yang tidak tahu ke mana harus mengajukan program bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Melihat kondisi ini, Siswanto mendorong para ketua lingkungan, baik RT maupun RW, agar lebih aktif memantau kondisi warganya. Ia menekankan bahwa peran ketua lingkungan sangat penting sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
“Ketua lingkungan seharusnya lebih proaktif. Jika ada warga yang membutuhkan bantuan, segera disampaikan. Apalagi mereka menerima honor dari APBD,” tegasnya.
Semua persoalan yang ditemukan akan dibawa Siswanto ke dalam pembahasan dewan. Ia menyatakan siap mendorong penganggaran masalah-masalah prioritas dalam APBD perubahan tahun berjalan.
“Persoalan yang mendesak akan saya perjuangkan agar dapat dimasukkan dalam APBD perubahan,” tutupnya. (el’s)




