MANDAILING NATAL, | Sketsa Online.com – Kementerian Agama (Kemenag) Mandailing Natal (Madina) melaksanakan kegiatan Idul Yatama atau dikenal juga sebagai Lebaran Yatim pada Jumat (4/7/2025) di Aula Kantor Kemenag Mandailing Natal, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim yang bertepatan dengan tanggal 10 Muharram atau hari Asyura.
Kakan Kemenag Madina, H. Maranaik Hasibuan, M.A melalui Kasubbag TU Kemenag Mandailing Natal, H. Armen Rahmad Hasibuan, S.Ag, M.IKom, menyampaikan Idul Yatama atau disebut juga Lebaran Yatim merupakan salah satu perayaan dalam rangka memperingati 10 Muharam yang bertepatan pada hari Asyura. Hal ini berawal dari kebiasaan masyarakat sejak dulu yang sering menyantuni anak yatim saat bulan Muharram.
“Hari ini dan selanjutnya kita akan terus mengukir senyuman dan kebahagian di wajah para anak anak ini, dan inilah tugas dan tanggung jawab kita. Tidak ada kesedihan dan duka diwajah dan hati mereka,” kata Armen Rahmad Hasibuan.
“Semoga mendatangkan kebaikan, dan keberkahan bagi kita semua, baik yang menerima maupun bagi yang memberi. Paket ini, bersumber dari UPZ Kemenag Mandailing Natal yang berasal dari ZIS PNS Kemenag Natal,” sambungnya.
Lebih lanjut, Armen Rahmad Hasibuan juga menyampaikan, “hari ini juga kami memberikan donasi kepada ibu Rizki Hasanah sebesar Rp.13.100.000,- atas musibah kebakaran rumahnya pada tanggal 28 Juni 2025 kemarin bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H”.
Terakhir Kasubbag TU ini memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah hadir, dan partisipasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Mandailing Natal atas terselenggaranya kegiatan Lebaran Yatim & Difabel Tahun 2025.

Sebelumnya, Kasi Bimas Islam H. Irfansyah Nasution, S.Ag, MM, selaku Ketua Panitia, melaporkan bahwa kegiatan Lebaran Yatim dan Difabel ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kementerian Agama yang bertujuan untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak yatim dan difabel, serta meningkatkan kepedulian sosial di kalangan masyarakat.
Di Kabupaten Mandailing Natal, kegiatan ini dijadwalkan akan dilaksanakan di 13 titik lokasi, dengan target 1.000 anak yatim yang akan menerima santunan. Setiap lokasi dipilih berdasarkan kebutuhan dan jumlah anak yatim yang ada, sehingga bantuan dapat terselurkan secara efektif dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak yatim dan difabel tidak hanya merasa diperhatikan, tetapi juga mendapatkan dukungan moral dan spiritual. Setiap paket bantuan yang disalurkan diharapkan dapat menjadi sumber kebahagiaan dan harapan baru bagi mereka.
Lebaran Yatim & Difabel bukan sekedar santunan, namun juga merupakan momen untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap sesama, terutama bagi mereka yang kurang beruntung. “Kami ingin setiap anak merasa bahwa mereka memiliki tempat di hati kita, dan tidak ada yang merasa sendirian,” pungkas H. Irfansyah.
Turut hadir Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala Madrasah, Kepala KUA Kecamatan se-Kabupaten Mandailing Natal serta undangan.
Penulis : IS/Humas Kemenag Madina




