MANDAILING NATAL, | Sketsa Online.com – Hobi anak muda yang kurang mendapat dukungan pihak keluarga, kerap mengalihkan dan melampiaskan tidak pada tempatnya. Sebut saja jika seorang anak hobi balapan sepeda motor atau mobil, jika tidak didukung oleh orangtuanya maka si anak kemungkinan besar akan melampiaskan hobi tersebut tidak pada tempatnya. Banyak kejuaraan atau lomba atau kompetisi balapan motor mulai dari ajang daerah hingga internasional.
Namun dikalangan anak muda yang menggeluti dunia otomotif dan tak bisa menyalurkan bakat atau hobi, maka pelarian salah satunya akan mengikuti ajang balap liar yang menggunakan fasilitas umum atau jalan raya.
Di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berbagai kelompok anak muda kembali menggunakan jalan raya untuk balapan. Tak hanya malam hari, pada sore hari pun mulai marak dilakukan. Selain menjadi penyalur hobi, kegiatan ini pun sarat dengan perjudian alias taruhan.
Hal ini tentu sangat membahayakan pengguna jalan lainnya, baru-baru ini, 2 (dua) orang warga Natal dilarikan ke RSUD dr. Husni Thamrin Natal dengan kondisi berlumur darah dan patah tulang pada Minggu (10/11/2024) sekira pukul 18.00 Wib akibat aksi “Balap Liar” diduga berlokasi di Jalan Lintas Pantai Barat.
Salah satu korban kecelakaan diduga merupakan joki “Balap Liar” tersebut. Dari video peristiwa naas yang beredar dan kemungkinan juga sudah diedit ini tampak pengendara menabrak salah satu penonton “Balap Liar” tersebut.
Video tersebut banyak tersebar di grup-grup WhatsApp dengan memperlihatkan detik-detik tabrakan yang ditonton puluhan orang remaja dan usia pelajar setingkat SMA.
Warga Natal yang tidak ingin namanya dipublikasikan melalui media ini menyampaikan agar pihak Kepolisian Polres Mandailing Natal (Madina) melalui Satuan Lalu Lintas maupun Polsek Natal lebih proaktif memberikan edukasi atau bila perlu tindakan tegas dan terukur karena hal ini sangat membahayakan pengguna jalan lain.
“Ini untung masih hidup korbannya dan juga merupakan penonton kegiatan “Balap Liar” tersebut. Coba kalau yang jadi korban sanak keluarga kita, apalagi mereka melakukannya di jam sibuk sore hari, di saat orang-orang melintas pulang bekerja” ujar pria paruh baya yang tak ingin namanya ditulis ini.
Lebih lanjut, narasumber ini pun meminta agar pihak Kepolisian dapat menindak tegas, selain membahayakan, kegiatan negatif ini menjadi ajang judi hingga puluhan juta rupiah.
Sementara itu, Kapos Lantas Natal, AIPDA Prayitno yang dikonfirmasi mengenai kronologis dan kebenaran kejadian, hingga berita ini diturunkan belum memberikan respon balasan atau jawaban.
Penulis : IS




