Depok | Sketsa Online – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo, menegaskan bahwa program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) saat ini berada dalam status darurat dan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan pemerintah.
Ia menilai kondisi sejumlah rumah warga berpenghasilan rendah sudah mengkhawatirkan dan membutuhkan intervensi cepat agar tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan penghuni.
Edi menjelaskan bahwa pada tahun ini sebanyak 32 unit RTLH berhasil direalisasikan dan tersebar di Kelurahan Harapan Jaya, Rangkapan Jaya, dan Mampang. Program tersebut dijalankan berdasarkan laporan masyarakat serta hasil pengecekan langsung di lapangan.
“Untuk tahun ini sebanyak 32 RTLH yang kita realisasikan tersebar di tiga kelurahan. Untuk tahun 2026 kita usulkan lagi karena memang sifatnya darurat, jadi harus segera dibantu,” ujarnya pada Jumat (28/11).

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa banyak warga yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik membahayakan, seperti struktur bangunan rapuh, atap bocor, hingga dinding yang tidak lagi layak.
Melalui perbaikan RTLH, warga kini dapat tinggal lebih aman dan lebih sehat. Menurut Edi, hunian layak adalah kebutuhan dasar yang berpengaruh besar terhadap keamanan, kesehatan, dan kenyamanan keluarga.

Selain memberikan manfaat pada aspek fisik bangunan, Edi menilai program RTLH membawa dampak sosial yang signifikan. Lingkungan permukiman menjadi lebih tertata, risiko bencana kecil dapat diminimalisasi, dan tingkat kenyamanan warga meningkat.
Karena itu, ia berkomitmen terus mengawal program RTLH agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga berpenghasilan rendah.
Edi menyebut bahwa penanganan RTLH harus dipandang sebagai isu kemanusiaan, bukan sekadar program rutin tahunan.

Kemudian, Edi juga menekankan perlunya percepatan penanganan pada tahun 2026, terutama bagi rumah-rumah yang telah masuk kategori darurat atau berpotensi membahayakan penghuni.
“Bagi kami, rumah layak bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang hak dasar warga untuk tinggal di tempat yang aman dan sehat,” ucap Edi.
Ke depan, Edi Masturo berharap program RTLH berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, warga, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan hunian yang lebih manusiawi.
Ia optimistis Depok dapat menjadi kota yang inklusif, di mana setiap warga memiliki kesempatan sama untuk hidup dengan aman, nyaman, dan bermartabat. (el’s)




