Depok | Sketsa Online – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan penilaian secara terbuka terhadap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Depok, Supian Suri. Ia menilai arah pembangunan di Kota Depok mulai menunjukkan perubahan dengan mengikuti sejumlah arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam penataan kebersihan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Dedi Mulyadi, pemerintah kota di bawah kepemimpinan Supian Suri mulai memfokuskan kebijakan pembangunan pada sektor-sektor mendasar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Perhatian terhadap kebersihan lingkungan dan pembenahan infrastruktur jalan, menurutnya, sudah mulai terlihat.
“Relatif sudah mengikuti apa yang menjadi arahan gubernur. Misalnya fokus pada kebersihan sudah mulai dilakukan, kemudian fokus pada infrastruktur jalan. Sekarang anggarannya juga sudah mulai diubah untuk mendukung hal itu,” ujar Dedi usai acara syukuran HUT ke-51 Walikota Depok, Supian Suri, di kediamannya, pada Jumat (27/2/26).
Ia menilai langkah tersebut menunjukkan adanya upaya pemerintah kota untuk menyesuaikan arah pembangunan dengan kebutuhan dasar masyarakat perkotaan.
Sebagai kota yang berada di kawasan metropolitan, Depok dinilai harus memiliki standar pembangunan infrastruktur yang lebih tinggi dibandingkan wilayah nonperkotaan. Karena itu, Dedi menekankan pentingnya penggunaan material berkualitas dalam pembangunan jalan agar lebih nyaman dan memiliki daya tahan yang lebih lama.
“Di kota itu seharusnya jalannya menggunakan hotmix. Bahkan hotmix kelas satu dengan standar Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC), bukan beton,” katanya.
Selain infrastruktur jalan, Dedi juga menilai penataan fasilitas publik menjadi pekerjaan penting yang perlu terus diperkuat oleh pemerintah kota di bawah kepemimpinan Supian Suri. Trotoar yang layak dan lampu penerangan jalan yang tertata dengan baik dinilai menjadi bagian penting dari wajah kota yang modern, tertib, dan ramah bagi masyarakat.
“Trotoar harus ditata, lampu-lampu jalan juga harus diperbaiki. Pedagang kaki lima harus ditata agar rapi sehingga kota terlihat lebih tertib,” jelasnya.
Di bidang lingkungan, Dedi juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan sungai di wilayah Depok. Sungai yang bersih bukan hanya mencerminkan tata kelola kota yang baik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta mencegah potensi banjir.
“Sungai-sungai harus bersih. Kota yang baik itu sungainya juga harus terawat,” ungkapnya.
Tak hanya penataan fisik kota, Dedi Mulyadi juga memberikan penilaian terhadap keberpihakan kepemimpinan Supian Suri kepada masyarakat. Ia menilai program pembangunan rumah bagi warga kurang mampu perlu terus dilanjutkan sebagai wujud tanggung jawab sosial pemerintah kepada rakyat.
“Pembangunan rumah bagi rakyat miskin harus terus dilakukan. Itu bagian dari tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, di sektor pendidikan, Dedi menilai Depok memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia berharap pemerintah kota mampu mendorong masyarakat untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi sehingga ke depan mayoritas warga Depok memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
“Kita harus mendorong pendidikan agar masyarakat Kota Depok ke depan sekitar 90 persen bisa kuliah,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Dedi Mulyadi menyampaikan penilaiannya terhadap karakter kepemimpinan Supian Suri. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya diukur dari program pembangunan yang dijalankan, tetapi juga dari integritas serta kesetiaannya kepada rakyat.
“Saya lihat wali kota itu setia kepada istrinya dan setia kepada rakyatnya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjaga kepercayaan rakyat dan bekerja sepenuh hati untuk kepentingan masyarakat,” tutupnya. (el’s)




