Depok | Sketsa Online – Tokoh masyarakat, Jiacep, mengajak warga memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan bernilai ibadah melalui program tadarus Al-Qur’an gratis yang digelar setiap hari pukul 15.00–17.00 WIB di Musolah Al Azhari, Jalan Cemara 35.
Kegiatan yang diinisiasi Ghama Semesta Quranic School ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa biaya sebagai sarana pembinaan keagamaan sekaligus penguatan kebersamaan warga selama Ramadan.
Jiacep menjelaskan bahwa kegiatan tadarus tersebut bukan sekadar agenda rutin Ramadan, melainkan bagian dari langkah awal memperkenalkan sistem pembinaan yang akan diterapkan di Pesantren Ghama Semesta.
“Program tadarus ini menjadi bentuk soft launching dimulainya aktivitas pesantren. Kami ingin masyarakat melihat langsung bagaimana pola pembelajaran Al-Qur’an yang akan diterapkan, mulai dari pembenahan bacaan, pemahaman makna, hingga pembiasaan akhlak Qurani,” ujarnya pada Kamis (19/2/26).
Tak hanya itu, Ia menegaskan, pembukaan kegiatan untuk umum sengaja dilakukan agar masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung.
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang terbuka, ramah, dan membimbing siapa saja tanpa memandang usia atau latar belakang. Dari sini diharapkan tumbuh kesadaran bahwa belajar Al-Qur’an itu mudah, menyenangkan, dan bisa dilakukan bersama,” kata Jiacep.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum paling tepat untuk memulai gerakan tersebut.
“Bulan suci adalah waktu terbaik memperbaiki diri. Karena itu, kami mengajak warga mengisi ngabuburit dengan aktivitas yang bernilai pahala dan menenangkan hati. Tadarus bukan hanya ibadah lisan, tetapi proses membangun kedekatan dengan Allah sekaligus memperbaiki karakter,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, pada tahun 2026 Pesantren Ghama Semesta telah siap menerima santri baru dengan konsep pembinaan terpadu berbasis Al-Qur’an.
“Insyaallah tahun ini kami mulai membuka pendaftaran santri. Melalui kegiatan tadarus ini, masyarakat dapat melihat langsung metode pengajaran yang akan menjadi ciri pendidikan di pesantren, sehingga orang tua dan calon santri memiliki gambaran nyata sebelum bergabung,” jelasnya.
Kegiatan ini dipandu oleh Ustad Abd Azid yang membimbing peserta dalam pelafalan huruf, tajwid, serta pemahaman kandungan ayat secara sederhana agar mudah dipahami berbagai kalangan. Selain itu, panitia juga menyediakan takjil gratis sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan Ramadan.
Jiacep berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menghidupkan budaya membaca Al-Qur’an.
“Jika majelis-majelis Al-Qur’an tumbuh di setiap lingkungan, insyaallah lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan membawa keberkahan bagi sekitarnya,” tutupnya. (el’s)




