Depok | Sketsa Online – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok, Mazhab, menegaskan bahwa program penanaman pohon yang sedang berjalan kini memasuki masa jeda sementara menjelang Ramadan sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang akan memfokuskan diri pada ibadah.
Keputusan tersebut disebut sebagai langkah terencana agar aktivitas sosial tetap selaras dengan momentum spiritual masyarakat.
“Kami sengaja menghentikan sementara kegiatan penanaman agar semua pihak bisa menjalani Ramadan dengan lebih khusyuk. Ini bentuk penghormatan kami terhadap momentum ibadah yang sangat penting,” ujarnya.
Ia menegaskan, penghentian kegiatan hanya bersifat sementara dan tidak memengaruhi target program secara keseluruhan. Hingga pelaksanaan terakhir hari ini di Komplek BDN RW 07 RJB, jumlah pohon yang telah tertanam tercatat mencapai 570 batang dari target 1.000 pohon.
“Kegiatan hari ini di BDN menjadi penanaman terakhir sebelum jeda Ramadan. Program ini bukan berhenti, hanya rehat sejenak. Setelah Lebaran, penanaman akan langsung dilanjutkan sampai target tercapai,” tegasnya.
Mazhab menilai menjaga kualitas partisipasi masyarakat jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kuantitas penanaman. Ia tidak ingin kegiatan sosial justru mengganggu kekhusyukan ibadah warga.
“Kami ingin masyarakat fokus beribadah tanpa terbebani agenda kegiatan. Justru dengan jeda ini, nanti setelah Ramadan partisipasi bisa kembali penuh dan lebih semangat,” katanya.
Selama masa jeda, tim pelaksana tetap bekerja melakukan berbagai persiapan lanjutan, mulai dari pemetaan lokasi penanaman berikutnya, evaluasi titik tanam sebelumnya, hingga koordinasi dengan warga dan komunitas agar pelaksanaan tahap selanjutnya lebih efektif dan tepat sasaran.
“Waktu jeda ini kami manfaatkan untuk memperkuat perencanaan. Jadi saat dilanjutkan nanti, gerakan bisa langsung berjalan cepat dan hasilnya maksimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, program penghijauan tersebut merupakan gerakan jangka panjang yang bertujuan membangun kesadaran ekologis masyarakat. Karena itu, keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan perawatan setelahnya.
“Kami ingin masyarakat tidak sekadar menanam, tetapi juga merasa memiliki dan menjaga pohon itu. Kesadaran seperti itulah yang menjadi tujuan utama,” ungkapnya.
Mazhab optimistis target 1.000 pohon akan tercapai setelah kegiatan kembali dilanjutkan usai Ramadan, terutama melihat antusiasme warga yang konsisten terlibat sejak awal program berjalan.
“Selama semangat kebersamaan ini terus dijaga, saya yakin target bisa tercapai. Gotong royong masyarakat adalah kekuatan utama gerakan ini,” tutupnya. (el’s)




