Depok | Sketsa Online – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029 dengan mengusung strategi play hard, play smart. Komitmen tersebut ditandai melalui kegiatan Mini Soccer PKB Kota Depok yang digelar di Jalan H. Dimun Raya, Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Selasa (11/2/2026).
Kegiatan olahraga ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi internal yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan sportivitas. Selain mempererat silaturahmi, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas antarkader dan pengurus di berbagai tingkatan struktur partai.
Ketua Fraksi PKB Depok, Siswanto, S.H., menegaskan bahwa strategi play hard, play smart merupakan arah gerak partai dalam membangun kekuatan politik secara terencana dan berkelanjutan.
“Kerja politik harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, tetapi juga dengan perhitungan yang matang. Konsolidasi tidak bisa menunggu mendekati pemilu. Mesin partai harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujar Siswanto.
Menurutnya, penguatan organisasi dilakukan melalui penyamaan visi, pembenahan struktur, serta peningkatan komunikasi antarkader hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) berbasis kecamatan. Kecamatan dipandang sebagai simpul strategis karena menjadi ruang interaksi langsung dengan masyarakat.
Selain konsolidasi struktural, PKB Depok juga mendorong percepatan kaderisasi melalui penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA). Langkah ini dilakukan untuk memastikan basis keanggotaan tertata secara administratif dan akurat secara data, sekaligus mendukung kerja teritorial yang lebih sistematis.
Dengan strategi tersebut, PKB Depok menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029 menjadi lebih dari delapan kursi. Target itu, menurut Siswanto, merupakan refleksi optimisme yang dibangun atas dasar kesiapan struktur, soliditas organisasi, serta komitmen kader yang terus diperkuat hingga tingkat kecamatan.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, strategi play hard, play smart bukan sekadar slogan politik, melainkan etos kerja yang menekankan kedisiplinan, integritas, serta kecermatan dalam membaca dinamika dan kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini mengedepankan konsistensi gerakan serta penguatan basis dukungan secara berkelanjutan.
“PKB ingin hadir sebagai kekuatan politik yang matang, responsif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Politik harus dijalankan dengan gagasan, kerja terukur, dan keberpihakan yang jelas kepada masyarakat,” tuturnya.
Melalui konsolidasi yang dilakukan sejak awal, PKB Depok berupaya menata langkah secara lebih sistematis, menjaga kesinambungan perjuangan, serta memastikan setiap proses politik berjalan dalam koridor yang elegan, inklusif, dan bertanggung jawab menuju 2029.
Langkah ini menjadi penegasan bahwa kesiapan menghadapi kontestasi politik dibangun melalui kerja kolektif yang terstruktur dan berkelanjutan, bukan sekadar momentum sesaat. (el’s)




