Depok | Sketsa Online – Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, terus menunjukkan peran aktif dalam mendukung program Pemerintah Kota Depok di bidang pelestarian lingkungan melalui kegiatan pengumpulan dan penukaran minyak jelantah.
Program yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena dinilai memberi manfaat langsung sekaligus berdampak positif bagi lingkungan.
Kegiatan pengumpulan minyak jelantah dilaksanakan setiap Senin sejak pagi, mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB. Sementara itu, layanan penukaran minyak jelantah dengan minyak goreng baru dibuka pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Dalam program ini, warga dapat menukarkan minyak jelantah bekas pakai sebanyak tiga liter dengan minyak goreng baru. Seluruh warga Kelurahan Pengasinan dari 15 RW dapat mengikuti program tersebut tanpa kuota maupun pembatasan peserta.
Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Pengasinan, Masridawati Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan kepada masyarakat terkait bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan.
Menurutnya, minyak jelantah yang dibuang ke tanah dapat menyebabkan tanah menjadi tandus dan tidak lagi subur, sedangkan jika dibuang ke saluran air atau got berpotensi mematikan biota dan mencemari lingkungan.
“Selama ini kami selalu menyampaikan kepada masyarakat agar tidak membuang minyak jelantah ke tanah atau ke saluran air. Dampaknya sangat besar terhadap lingkungan. Dengan adanya program pengumpulan ini, masyarakat memiliki solusi yang tepat dan aman,” ujar Masridawati di Kelurahan Pengasinan pada Senin (19/1/26).
Lebih lanjut, Ia menuturkan, antusiasme warga terlihat jelas dari meningkatnya partisipasi masyarakat setiap pekan. Saat ini, hampir seluruh warga telah mengetahui jadwal pelaksanaan kegiatan dan datang secara mandiri untuk menyerahkan minyak jelantah tanpa harus diminta atau diimbau kembali oleh pihak kelurahan.
“Dalam satu kali pelaksanaan, minyak jelantah yang terkumpul hampir mencapai 100 liter. Program ini hanya dilakukan sekali dalam seminggu, sehingga capaian tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi,” katanya.
Meski demikian, Masridawati mengakui bahwa jumlah minyak jelantah yang diserahkan warga setiap pekan tidak selalu sama. Hal tersebut bergantung pada sisa minyak goreng yang digunakan di rumah tangga masing-masing. Namun, kondisi itu tidak mengurangi semangat warga untuk tetap berpartisipasi dalam program tersebut.
Melalui kegiatan ini, Kelurahan Pengasinan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya pencemaran lingkungan terus meningkat.
Program pengumpulan dan penukaran minyak jelantah ini juga diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota Depok dalam mengurangi pencemaran lingkungan serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, dimulai dari pengelolaan limbah rumah tangga. (el’s)




